Beranda Badung News Rendah, Kesadaran Dunia Usaha di Badung Pekerjakan Disabilitas

Rendah, Kesadaran Dunia Usaha di Badung Pekerjakan Disabilitas

0
Hosting Indonesia

ist

SERAP ASPIRASI – Ketua Pansus Disabilitas Made Reta tengan memimpin rapat serap aspirasi untuk mematangkan substansial ranperda yang akan dibentuk.

 

MANGUPURA (BALIVIRAL NEWS) –
Kesadaran dunia usaha di Badung untuk mempekerjakan kaum disabilitas masih sangat rendah. Hal tersebut terungkap saat Pansus Disabilitas DPRD Badung yang dipimpin ketuanya Made Reta didampingi salah satu anggotanya Nyoman Gede Wiradana menggelar serap aspirasi, Kamis (23/5) kemarin.
Saat ini, ujar Reta, baru satu dua perusahaan yang memiliki kesadaran untuk mempekerjakan kelompok disabilitas. “Yang pasti baru sebagian kecil yang punya kesadaran untuk mempekerjakan kaum disabilitas,” tegas politisi Partai Demokrat asal Kuta Selatan tersebut.
Menurut ketentuan, tegasnya, dari 100 karyawan, satu di antaranya harus dari kalangan disabilitas. “Ini artinya kewajiban dunia  mempekerjakan disabilitas satu persen dari jumlah karyawan,” katanya.
Rendahnya kewajiban dunia usaha, menurut Reta, tak lepas dari belum adanya perda sebagai payung hukum yang mampu mem-presure kalangan dunia usaha. Karena itulah, ranperda disabilitas ini sangat mendesak untuk diselesaikan.
Apakah rekrutmen ini berdasarkan belas kasihan? Menurut Reta, ini tak boleh terjadi. Walaupun berasal dari kelompok disabilitas, naker tersebut harus memenuhi syarat-syarat termasuk skill atau keterampilan yang diperlukan. “Karena itulah, ranperda ini nantinya juga mengatur soal pendidikan inklusi yang bisa memberikan pendampingan keterampilan kepada kaum disabilitas,” katanya.
Dengan begitu, kalangan disabilitas akan bangga dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam menjalani hidup dan kehidupan ini. “Tak boleh rekrutmen ini beralaskan belas kasihan,” tegasnya.
Selain dua hal di atas, kata Reta, ranperda juga mengatur soal perlindungan dari aspek kesejahteraan. Misalnya, kaum disabilitas diberikan insentif secara khusus yang berupa santunan. “Ini menjadi perhatian Dewan untuk meningkatkan kesejahteraan kaum disabilitas khususnya di Badung,” katanya.
Pembahasan ranperda disabilitas ini disambut positif Kadis Perindustrian dan Tenaga Kerja Badung IB Oka Dirga dan Kadis Sosial Ketut Sudarsana yang hadir pada serap aspirasi tersebut. Menurut keduanya, perda ini nantinya dapat menekan perusahaan agar mempekerjakan kaum disabilitas sesuai ketentuan.
Ditanya kondisinya saat ini, Oka Dirga menyatakan sudah berjalan. Namun memang kesadaran dunia usaha mempekerjakan kaum disabilitas masih rendah. “Dengan perda ini, tak ada alasan dunia usaha akan mangkir dari ketentuan,” tegasnya.
Serap aspirasi ini dihadiri berbagai kalangan. Di antaranya pengelola yayasan, kepala sekolah yang memiliki program inklusi, camat, kades maupun lurah, Dewan Pembina Puspadi Bali, kepala balai panti sosial, dan kaum difabel. Hadir juga pengurus Apindo serta sejumlah general manager sejumlah perusahaan. 
Edited by N. Suardani
Hosting Indonesia
Artikel sebelumyaPilbup Badung 2020, KPUD Ajukan Anggaran Rp25 Miliar
Artikel berikutnyaTingkatkan Daya Dukung Pariwisata di Badung, Parwata Temui Pimpinan PLN Wilayah Bali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here