Beranda Bali News Ribuan Penonton Tak Bergeming Nikmati Pagelaran Drama Gong Lawas Paguyuban Peduli Seni

Ribuan Penonton Tak Bergeming Nikmati Pagelaran Drama Gong Lawas Paguyuban Peduli Seni

bvn/hmprov

DRAMA GONG LAWASGubernur Bali Wayan Koster bersama istri Putu Putri Suastini Koster berpose usai menonton pementasan drama gong lawas serangkaian PKB ke-47, Rabu (2/7/2025).

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Gubernur Bali Wayan Koster didampingi istri, Ibu Putri Koster tampak di antara ribuan penonton drama gong lawas Paguyuban Peduli Seni, Drama Gong Lawas Padsmagol Provinsi Bali, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Provinsi Bali, Rabu matal (2/7).

Drama gong yang diiringi oleh sekeha penabuh Drama Gong Lawas Paguyuban Peduli Seni Puri Gandapura Desa Kesiman, Kertalangu Denpasar, mengambil tema “Sanan Tuak”, yang mengangkat tentang “Merta Matemahan Wisia”, yang menitikberatkan pada situasi saat rezeki atau keuntungan yang seharusnya membawa kebaikan, justru berbalik menjadi bencana atau masalah.

Istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak tahu berterima kasih, atau tidak bisa membalas budi baik orang lain, bahkan bisa merugikan pemberi bantuan tersebut. Hal ini terdapat dalam cerita yang dibawakan oleh 21 pemain drama gong lawas, yang terdiri atas Sang Ayu Ganti, Sang Ayu Tirta, Luh Sasih Arini (Mongkeg), Nyoman Supadma, Anak Agung Kartika, Ida Bagus Raka Pujana (Komang Apel), Jro Dasaran Suyadnya, dan Dewa Ayu Yuniari.

Tampak juga Ida Bagus Mambal, Gede Randana, Nyoman Lues, Wayan Suratni, Madya Yani, Gulik, Wayan Sudiantha, Wayan Pasta, Mangku Rai, Ajik Dolir, Ida Bagus Topok, Selamat, Jro Made Jani, dan beberapa seniman pendukung lainnya.

Sekalipun kali ini mereka tampil tanpa kehadiran Nyoman Suberata (Petruk), pagelaran drama gong lawas, Paguyuban Peduli Seni Padsmagol tetap menyita perhatian ribuan penonton yang hadir langsung di areal panggung terbuka Ardha Candra, dan juga yang menyaksikan via YouTube.

Baca Juga  Tinjau RS Bali International Hospital, Gubernur Koster Bangga 70 Persen Tenaga Lokal Terserap

Drama gong lawas di bawah pimpinan Anak Agung Gede Oka Aryana menceritakan tentang seorang pemimpin yang kebijakan dikendalikan oleh seorang patih culas, yang tidak segan membunuh orang di sekitarnya yang tidak sesuai dengan kehendak dan rencana yang dimilikinya.

Drama gong yang mengisahkan tentang seorang raja Surya Kencana yang sangat lalim dan kebijakannya dikendalikan oleh Ki Patih Agung, yang tidak segan akan menyingkirkan orang puri yang mengetahui siasat busuknya, seperti Ki Patih Werdha dan Ki Dukuh Tanggun Titi.

Dengan perbuatan orang-orang puri, pemuda-pemuda desa pegatepan menghimpun diri, bahwa I Made Karuna dan Luh Santhi mengadakan sayembara dengan bantang arti sanan tuak, pemberian almarhum Ki Dukuh Tanggun Titi.

Dengan berbekal sanan tuak, I Made Karuna memberontak ke puri dan kejahatan Ki Patih Agung dapat dimusnahkan. Setelah kondisi kondusif, I Made Karuna dan Luh Santhi melangsungkan pernikahan.

Hal ini tentu mendapat apresiasi penuh dari Gubernur Bali dan jajaran, karena seni merupakan kekayaan budaya Bali, yang hingga saat ini menjadi pondasi kuat tumbuh dan bertahannya warisan budaya dan kesenian di Bali.

Ketua Paguyuban Peduli Seni Drama Gong Lawas, Anak Agung Gede Oka Aryana mengungkapkan, pementasan drama gong ini dalam rangka menghimpun kembali seniman-seniman drama gong lawas. Selain itu, juga sebagai bentuk reuni, temu kangen, dan berharap kesenian drama gong bisa eksis kembali. (sar/hmprov)