bvn/sar
MEDIA GATHERING – Dirut Perumdam Tirta Mangutama Kabupaten Badung Wayan Suyasa didampingi Sekper Ida Ayu Ekasari dalam acara Gathering Media di kantornya bilangan Kapal, Mengwi, Jumat (5/6/2026).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung akan menyedot air Tukad Mati sebesar 300 liter/detik. Selain untuk menambah air baku, penyedotan ini bertujuan untuk mencegah banjir di kawasan tersebut.
Hal ini diungkapkan Direktur Utama Perumdam Tirta Mangutama Badung I Wayan Suyasa didampingi Sekretaris Perusahaan (Sekper) Ida Ayu Ekasari dan sejumlah manajer pada acara Gathering Media, di Kantor Perumdam Tirta Mangutama Badung bilangan Kapal Mengwi, Jumat (5/6/2026). “Saat ini izin untuk mengambil air di Tukad Mati sudah kami kantongi,” tegasnya.
Dengan selesainya pipa tol bawah laut, pihaknya membutuhkan tambahan air baku. Penyedotan ini menjadi alternatif untuk menambah kebutuhan air baku yang akan disalurkan ke Badung Selatan, khususnya di Ungasan dan Pecatu. “Saat ini, pipa bawah laut tinggal konekting dan dipastikan Juni ini selesai,” tegasnya.
Selain itu, ungkap Suyasa, penyedotan air ini dipastikan mampu menekan banjir di kawasan tersebut. Banjir terjadi, ujarnya, karena Tukad Mati tak lagi mampu menampung air hujan yang mengalir. Ketika volume Tukad Mati disedot, dipastikan air akan masuk ke Tukad Mati sehingga banjir akan berkurang.
Jika memang volume banjir sangat tinggi, ungkap Wayan Suyasa yang saat ini merangkap sebagai Direktur Umum, pihaknya akan menyedot air Tukad Mati hingga 1.000 liter/detik. “Kami bisa menyedot hingga 1.000 liter per detik jika volume banjir besar,” ujarnya lagi.
Dia menambahkan, dengan adanya pasokan air baku 300 liter/detik, Perumdam berpeluang meningkatkan jumlah pelanggan. Dia memberi kalkulasi 1 liter per detik mampu memenuhi kebutuhan sekitar 80 pelanggan rumah tangga dengan pemakaian standar maksimal 20 kubik per bulan. “Dengan tambahan 300 liter/detik, peningkatan jumlah pelanggan mencapai 24.000 pelanggan,” ujarnya.

Para manajer di Perumda Tirta Mangutama.
Wayan Suyasa juga tak menampik urgensi disalinasi air laut (SWRO). Saat ini, ujarnya, sudah memasuki tahap pematangan feasibility study (FS). Proses disalinasi ini, tegasnya, dipastikan berjalan terutama untuk alternatif sumber air baku di wilayah Kabupaten Badung.
Mengingat biaya produksi SWRO ini relatif tinggi, katanya, Perumdam akan memastikan air dari hasil SWRO ini digunakan atau disalurkan ke unit-unit usaha dan bisnis. Untuk rumah tangga dipastikan tetap memperoleh tarif bersubsidi.
Apa dengan pipa bawah laut, masalah air di Badung Selatan selesai? Wayan Suyasa menyatakan, dengan rampungnya pipa bawah laut ini, pihaknya berupaya bisa mengirim air lebih banyak ke wilayah selatan. Kebutuhan air di Badung Selatan sangat tinggi didukung pembangunan yang sangat masif.
Saat ini, pengiriman air ke selatan dilakukan dengan empat sistem. Sekarang dibuat satu sistem lagi yakni sistem V lewat pipa bawah laut. Air ini akan langsung ke Kampial, Sawangan dan ITDC. Dengan menambah pipa bawah laut ini, pihaknya bisa mengirim air lebih banyak. “Jika air terkirim lebih banyak, pasti di selatan semua pelanggan akan bisa terlayani maksimal,” katanya. (sar)








































