ist
MOTIVASI – Ny. Putri Suastini Koster memotivasi pelajar untuk giat belajar pada sosialisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang digelar di Klungkung, JUmat (13/3).
SEMARAPURA (BALIVIRAL NEWS) –
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, Jumat (13/3) menggelar sosialisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang merupakan misi Gubernur. Sosialisasi kalai ini digelar di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kania, Semarapura.
Putri Suastini Koster mengawali dengan melontarkan pertanyaan. Siapa yang tahu apa itu Nangun Sat Kerthi Loka Bali? Salah seorang pelajar yang ikut dalam acara tersebut mampu menaklukkan pertanyaan tersebut dengan jawaban yang sangat memuaskan.
Siswi tersebut Kadek Sri Wahyuni, siswa SMA Pariwisata Saraswati Klungkung. “Visi itu mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai NKRI,” jawabnya.
Putri Suastini Koster menyatakan puas dengan jawaban siswi tersebut an akhirnya secara spontan memberikannya hadiah Rp 1 juta. Selain hadiah uang, siwi tersebut juga memperoleh sejumlah buku. Tak hanya sekali, Ny. Putri Suastini Koster juga memancing semangat generasi muda dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya dan tentunya diberikan hadiah uang dan buku.
Dia menjelaskan, PKK memiliki 10 Program Pokok PKK, sedangkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali memiliki tiga dimensi yaitu alam, krama dan budaya. Maka PKK berkaitan erat dengan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Karena itu, bila program PKK dijalankan, maka sudah ikut mendukung program Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” paparnya.
Putri Suastini Koster juga mengingatkan kembali kepada masyarakat terhadap beberapa pergub yang ada, salah satunya Pergub Bali No.47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. “Sampah di desa harus ditangani di desa setempat, diolah dan dienyahkan di sumbernya. Jangan sampai penanganan sampah hanya bermodalkan pola pemindahan tempat saja,” katanya.
Sosialisasi tersebut juga dihadiri Kadis Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra mewakili Gubernur Bali, Asisten III Administrasi Umum Setda Kabupaten Klungkung I Wayan Sumarta mewakili Bupati Klungkung, dan sejumlah undangan lainnya.
Editor Wes Arimbawa







































