Beranda Badung News Serangkaian HUT Ke-48, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Gelar “Water Education”

Serangkaian HUT Ke-48, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Gelar “Water Education”

bvn/sar

WATER EDUCATION – Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa menghadiri acara water education di IPA Belusung yang melibatkan siswa SMPN 5 Abiansemal, Selasa (8/10/2024).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Serangkaian HUT ke-48, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung menggelar water education bagi kalangan siswa. Acara tersebut digelar selama dua hari yakni Selasa (8/10/2024) dan Rabu (9/10/2024) di IPA Belusung Denpasar.

Pada hari pertama, Selasa (8/10) water education melibatkan 35 siswa dari SMPN 5 Abiansemal, dan pada hari kedua Rabu (9/10), water education akan menyasar siswa SMAN 1 Petang. Dalam mengikuti kegiatan ini, para siswa didampingi oleh sejumlah guru pendamping.

Para siswa diajak berkeliling melihat dari dekat bagaimana proses pengolahan air permukaan yang masih keruh hingga menjadi air baku yang siap dialirkan ke para pelanggan. Dalam proses pengolahan, para siswa juga diperkenalkan dengan alat serta bahan yang digunakan dalam proses pengolahan air tersebut. Setelah kunjungan lapangan, para siswa pun memasuki ruangan untuk mengikuti acara pembukaan secara resmi water education tersebut.

Acara ini dihadiri Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Wayan Suyasa didampingi sejumlah kepala bagian seperti Kabag Perencanaan, Kabag Produksi, Kabag Distribusi, serta Kabag Keuangan. Hadir juga puluhan staf Perumda Air Minum yang saat ini masih berkantor di Jalan Bedahulu Denpasar tersebut.

Water education libatkan kalangan siswa.

Dalam sambutan pembukaannya, Dirut Wayan Suyasa menyatakan, kegiatan water education ini digelar serangkaian HUT ke-48 Perumda Air Minum Tirta Mangutama yang puncaknya jatuh pada 21 Oktober 2024 mendatang. Tema HUT kali ini, ungkapnya, “Together Building The Future” yakni Bersama Membangun Masa Depan. “Kenapa bersama, kenapa tidak sendiri? Penyebabnya membangun tidak gampang, perlu kebersamaan,” ujar mantan anggota DPRD Badung tersebut.

Baca Juga  Wagub Cok. Ace Berikan Sejumlah Strategi agar Pariwisata Bali tetap "Berdenyut"

Kebersamaan ini, ungkap Suyasa, tidak hanya dari dalam yakni seluruh petugas dan staf Perumda, tetapi juga dari luar. Hal ini, tegasnya lagi, karena saluran distribusi air melewati jalan-jalan aspal dan lingkungan. Karena itu, perlu kebersamaan dengan pihak luar berupa informasi dari luar atau masyarakat.

Water education ini, kata Suyasa, memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya para siswa bagaimana mengolah air keruh menjadi air yang siap dialirkan ke pelanggan. Pengolahan ini dilakukan oleh Bagian Produksi, kemudian air dialirkan melalui pipa-pipa distribusi. Tugas ini dikerjakan oleh Bagian Distribusi hingga bisa sampai di pelanggan, termasuk di dalamnya persoalan keuangan atau anggarannya.

Dikatakan, dari kegiatan water education tadi banyak yang bertanya bagaimana proses air bersih sampai ke rumah-rumah masyarakat, padahal begitu kotor di sungai. Hal ini harus dijelaskan bahwa ada pengolahan serta ada pendistribusian. “Kalau air bakunya ini bagus, biaya pengolahanya akan lebih murah,” ujarnya.

Dalam pengolahan air ini menjadi bersih hingga ke rumah-rumah tangga atau warga ada beberapa tahap pengolahan dengan energi serta zat kimia. Air baku yang diambil ada di Sungai Ayung yang hulunya ada di Petang. Untuk memelihara air baku ini agar tetap terjaga dengan baik, kita melakukan langkah-langkah penghijauan di daerah Utara bekerja sama dengan masyarakat Sulangai.

Selain itu, pihaknya juga membuat sumur resapan atau sumur pemanen air hujan. Selama ini air hujan terbuang begitu saja ke laut. “Untuk itulah kami buat sumur pemanen air hujan sekitar kedalaman 35 meter. Jadi harapan kita semakin banyak ada tampungan-tampungan dan banyak air yang disuntikkan ke bumi air di bawah tanah akan menjadi banyak,” paparnya.

Baca Juga  Diskominfos Bali Kembali Nyalakan Lentera Siber, CPNS Diharapkan Jadi Pengguna Internet yang Melek dan Cakap Digital

Yudi, guru pendamping siswa SMPN 5 menyambut baik kegiatan water education yang menyasar para siswa ini. Dengan kegiatan ini, tegasnya, siswa jadi paham bagaimana mengolah air sehingga siap disalurkan ke rumah-rumah pelanggan. Selain itu, katanya, siswa jadi paham bahwa Perumda tidak menjual air, tetapi menjual jasa pengolahan air serta jasa pengaliran air. “Yang pasti para siswa tidak hanya memperoleh ilmu secara teori, mereka juga memperoleh pengetahuan praktis,” ujarnya seraya berharap kegiatan seperti ini bisa tetap berlanjut. (sar)