bvn/sar
JUMPA MEDIA – Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa (tengah) didampingi Dirtek Made Suarsa dan Dirum Made Sugita saat jumpa media, Selasa (31/5/2022).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Walau senantiasa meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung dipastikan tidak akan menaikkan tarif. “Kami hanya akan menyesuaikan golongan tarif berdasarkan jumlah pemakaian,” ujar Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung Wayan Suyasa didampingi Direktur Teknik Made Suarsa, ST, dan Direktur Umum Made Sugita saat temu wartawan di sebuah rumah makan di bilangan Denpasar, Selasa (31/5/2022).
Menurut Suyasa, sesuai ketentuan, tarif air minum bisa disesuaikan. Namun pihaknya hanya akan menata proporsional pemakaian air minum. “Jika penggunaan sedikit, jelas pelanggan akan membayar sedikit. Sebaliknya jika menggunakan banyak, pelanggan akan dikenanakan semacam tarif progresif,” ungkapnya.
Terkait dengan menggeloiatnya sektor pariwisata, ujar Suyasa, penggunaan air minum untuk fasilitas paroiwisata mulai naik. Saat ini, penggunaan air minum untuk sektor pariwisata sudah meningkat di angka 35 persen.
Walau ada kenaikan, tegasnya, pendapatan saat ini belum bisa mengcover normal operational cost. “Kami masih tetap melakukan efisiensi baik biaya operasional maupun biaya pegawai,” tegasnya sembari menambahkan, untuk meintenance peralatan seperti pompa dan peralatan vital lainnya sudah mulai bisa dilakukan.
Dia berharap, pada bulan-bulan berikutnya, jumlah kunjungan ke Badung bisa meningkat bahkan mendekati normal sehingga penggunaan air minum di kalangan pariwisata bisa normal. Dengan begitu, pendapatan Perumda pun dipastikan meningkat bahkan normal seperti sebelum covid-a9 melanda.
Terkait dengan gelaran presidensi G20, Suyasa menegaskan, pihaknya sudah melakukan perhitungan dan persiapan-persiapan. Jika terjadi masalah, kami sudah menyiapkan solusinya termasuk siapa yang bertugas. Dengan begitu, kami pastikan pelayanan air minum pada saat gelaran G-20 bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Bagaimana dengan produksi air baku jelang G-20 apakah akan ditambah? menurut Suyasa, stok air baku saat ini sudah mencukupi. Walau begitu, jika memang diperlukan, produksi air baku masih bisa ditingkatkan karena persediaan masih cukup memadai.








































