Beranda Bali News Transmisi Lokal Covid-19 terus Bertambah, Warga Diminta tetap Disiplin

Transmisi Lokal Covid-19 terus Bertambah, Warga Diminta tetap Disiplin

Dewa Made Indra

 

DENPASAR (BALIVIRAL NEWS) –
Bali adalah salah satu daerah yang tidak menerapkan PSBB sehingga aktivitasnya agak longgar jika dibandingkan daerah lain. Walau begitu, pemerintah terus mengajak seluruh pihak untuk tetap disiplin mengingat masih ada angka transmisi lokal yang terus bertambah. Mengenai skema “new normal” oleh pusat, belum bisa dipastikan saat ini apakah Bali akan mengikuti skema ini karena kebijakan pemerintah yang sering berubah akan mengikuti dinamika yang terjadi akibat pertumbuhan kasus yang terjadi per harinya.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra saat jumpa media mengenai perkembangan covid-19 di Bali, Jumat (22/5).
Mengenai pasien yang meninggal dan dibawa ke Lombok, Dewa Indra mengatakan, pasien tersebut saat masuk ke rumah sakit tidak berstatus covid-19 namun pasien mengalami penyakit jantung. Pasien adalah orang Bali yang menetap di Lombok dan pasien tersebut sebelumnya  tidak memiliki riwayat covid-19.
Upaya untuk menangani transmisi lokal saat hari raya Idul Fitri yang akan datang yang berkaitan dengan aktivitas di luar rumah yang akan mengakibatkan lonjakan transmisi lokal. Antisipasi dilakukan dengan dibuatnya kesepakatan oleh Dewan Pengurus Masjid, Kepolisian dan pihak terkait untuk meminimalisir kegiatan masif di lapangan terbuka. Terkait kegiatan berbelanja maka Tim Gugus Tugas sudah mengirim surat edaran kepada toko modern dan pasar tradisional untuk menerapkan pemakaian masker bagi pembeli dan penjual, dan menganjurkan untuk tetap membawa hand sanitizer kepada masing-masing orang yang berada di luar rumah.
Saat ini sedang berlangsung rapid tes untuk PMI yang pulang sebelum tanggal 22 Maret, yang sudah di data oleh satgas gotong royong berbasis Desa Adat, yang kepulangannya sekitar 4.800 orang, dan saat ini sudah lebih dari 3.000 pekerja migran Indonesia yang datang sebelum tanggal 22 Maret sudah di rapid.
Untuk pemberlakuan kebijakan bagi pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi udara yang akan melakukan tes SWAB maka akan dilakukan di RSPTN Udayana, sedangkan untuk fasilitas kesehatan rapid tes akan dilakukan di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Bali (untuk tingkat provinsi), untuk rapid tes di Denpasar ditunjuk seluruh puskesmas yang ada di Denpasar, Kabupaten Badung menunjuk Puskesmas Kuta I dan puskesmas Mengwi I, Kabupaten Bangli menunjuk puskesmas Bangli I, Kabupaten Gianyar RSUD Sanjiwani dan RSU Payangan, Kabupaten Tabanan menunjuk puskesmas Tabanan III ,Kabupaten Klungkung menunjuk puskesmas Klungkung I, Kabupaten Karangasem menunjuk Puskesmas Karangasem I, Kabupaten Buleleng menunjuk puskesmas Buleleng I dan kabupaten Jembrana menunjuk puskesmas Jembrana I.
Editor Wes Arimbawa
Baca Juga  Pastikan Lancar, Jaya Negara-Arya Wibawa Tinjau Vaksinasi Masal di Kota Denpasar