bvn/hmden
RAPAT KOORDINASI – Wawali Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pengamanan dan Persiapan Menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1948 yang beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri bersama Bendesa se-Kota Denpasar di Wantilan Pura Dalem Bungkeneng, Desa Adat Tonja, Kamis (12/3).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Wakil Walikota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga keamanan, kondusivitas dan kelancaran rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 Tahun 2026. Rangkaian tersebut dimulai dari pelaksanaan prosesi Makiyis/Melasti, Tawur Agung Kesanga, Malam Pangerupukan, Nyepi dan Ngembak Geni beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri.
Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Kordinasi Pelaksanaan Pengamanan dan Persiapan Menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1948 yang beriringan dengan Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri bersama Bendesa se-Kota Denpasar di Wantilan Pura Dalem Bungkeneng, Desa Adat Tonja, Kamis (12/3). Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk desa adat dan Forkopimda. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi potensi kerawanan dan memastikan setiap aspek pengamanan telah terencana dengan matang.
Dikatakan Arya Wibawa, rangkaian Hari Suci Nyepi meliputi beberapa tahapan penting, yaitu Melasti, Tawur Agung Kesanga, Malam Pangerupukan, Pengarakan Ogoh-ogoh, Nyepi itu sendiri, dan Ngembak Geni. Pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban menjadi sorotan utama, mengingat rangkaian Nyepi tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Hal ini memerlukan koordinasi ekstra untuk menjaga toleransi antarumat beragama.
Arya Wibawa menegaskan, dengan adanya koordinasi yang solid, diharapkan mobilitas masyarakat dan pengamanan dapat berjalan optimal. Penyamaan persepsi ini sangat krusial, terutama mengingat adanya irisan waktu dengan perayaan Idul Fitri. Pemerintah Kota Denpasar berupaya menciptakan suasana yang saling menghormati dan mendukung antar warga.
Secara teknis, pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi sepenuhnya diserahkan kepada desa adat. Desa adat memiliki tatanan tersendiri yang diatur dalam pararem, awig, dan desa mawecara. Hal ini menunjukkan kepercayaan Pemerintah Kota Denpasar terhadap kearifan lokal dan sistem yang sudah berjalan di tingkat desa.
Hal senada disampaikan Ketua Forum Bendesa Kota Denpasar Wayan Eka Yana. Rapat koordinasi ini menjadi wujud penyamaan persepsi dan pengaturan pelaksanaan rangkaian Nyepi di Denpasar. Pengaturan yang dilakukan mencakup aspek non-teknis, seperti jadwal melasti, pengarakan ogoh-ogoh, dan pola pengamanan.
Lebih lanjut dijelaskan, perayaan Hari Suci Nyepi Caka 1948 yang beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri menjadi momentum penting untuk meningkatkan peran desa adat dalam mengkoordinasikan pelaksanaan rangkaian hari suci keagamaan Hindu. Pemerintah Kota Denpasar menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat. Ini adalah kesempatan untuk memperkuat persatuan dan saling pengertian antarumat beragama. (wes/hmden)








































