bvn/hmpln
SERAHKAN PLAKAT – Penyerahan Plakat oleh Direktur Politeknik Negeri Bali I Wayan Abdi (dua dari kiri) kepada GM PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho (dua dari kanan) yang di dampingi oleh Ketua Kajian Penelitian I Wayan Jondra.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Upaya menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat terus diperkuat PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali melalui kolaborasi dengan Politeknik Negeri Bali. Sinergi ini diwujudkan melalui penyampaian hasil penelitian dan kajian teknis terkait konstruksi tiang listrik serta pembahasan pengembangan infrastruktur kelistrikan guna mendukung pertumbuhan kebutuhan energi di Bali.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, Ketua Kajian Penelitian I Wayan Jondra, serta General Manager PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho.
Pada kesempatan tersebut, General Manager PLN UID Bali bersama Direktur Politeknik Negeri Bali turut meninjau fasilitas praktik dan laboratorium berbasis energi baru terbarukan (EBT), di antaranya Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), mikrohidro, dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Fasilitas laboratorium yang lengkap dan representatif tersebut menjadikan Politeknik Negeri Bali sebagai salah satu rujukan pembelajaran EBT di Indonesia.
Dalam pembahasan tersebut disampaikan, pengembangan sistem kelistrikan hingga saat ini masih membutuhkan jaringan kabel, gardu, serta dukungan ruang dan lahan untuk menunjang kebutuhan pelanggan dan pertumbuhan sistem kelistrikan. Karena itu, kolaborasi antara dunia industri, masyarakat, dan institusi pendidikan dinilai penting dalam mendukung pengembangan inovasi serta menjawab tantangan kebutuhan energi di masa depan.
General Manager PLN UID Bali Eric Rossi Priyo Nugroho menyampaikan, kebutuhan listrik di Bali terus mengalami peningkatan seiring pertumbuhan sektor bisnis, transportasi, dan pembangunan infrastruktur lainnya. Menurutnya, pengembangan sistem kelistrikan harus dilakukan dengan pendekatan ilmiah dan berbasis kondisi riil di lapangan.
“Pengembangan sistem kelistrikan perlu mempertimbangkan karakteristik wilayah, kondisi geografis, serta kebutuhan operasional yang dinamis agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan optimal,” ujarnya.
Eric juga menegaskan, PLN memiliki tanggung jawab tidak hanya sebagai perusahaan penyedia listrik, tetapi juga bagian dari upaya negara dalam memastikan pemerataan akses energi bagi masyarakat.
“PLN tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, namun juga hadir sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses listrik yang andal dan berkelanjutan. Karena itu, pengembangan infrastruktur kelistrikan menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat serta pertumbuhan pembangunan di Bali,” tambahnya.
Ia menambahkan, PLN terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan, mitra strategis, dan perusahaan yang memiliki kompetensi teknis maupun pendukung lainnya untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan optimal dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi menyampaikan, kerja sama antara dunia akademik dan industri menjadi bagian penting dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan kajian ilmiah yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kajian ilmiah diharapkan dapat menjadi dasar dalam mendukung pengambilan keputusan dan pengembangan infrastruktur yang lebih adaptif, aman, dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui kolaborasi ini, PLN bersama dunia akademik berkomitmen mendukung pengembangan infrastruktur kelistrikan yang andal, berkelanjutan, dan mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat serta mendukung pembangunan Bali di masa depan. (sar/hmpln)








































