Beranda Another Region News Cegah Penyebaran Omicron, Gubernur Wayan Koster Pimpin Rakor Penguatan Prokes

Cegah Penyebaran Omicron, Gubernur Wayan Koster Pimpin Rakor Penguatan Prokes

ist

Gubernur Wayan Koster.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin rapat koordinasi (rakor) penguatan protokol kesehatan (prokes) antisipasi kenaikan varian covid-19 Omicron. Rakor dihadiri Wagub Cok. Ace, Pangdam IX/ Udayana, Kapolda Bali, Danrem Wirastya, Sekda Provinsi Bali, Walikota dan Bupati se Bali. Pada kesempatan itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan informasi penting terkait dengan perkembangan covid-19 di Provinsi Bali.

Bersama ini perlu disampaikan informasi penting terkait dengan perkembangan covid-19 di Provinsi Bali. Sejak 16 Januari 2022 terjadi peningkatan kasus harian menjadi 2 digit (14 kasus), tanggal 26 Januari meningkat menjadi 3 digit (139 kasus), dan mulai tanggal 3 Februari 2022 sudah mencapai 4 digit (1.501 kasus), bahkan tanggal 5 Februari 2022 terjadi kasus harian tertinggi yaitu 2.038 kasus positif baru. Kenaikan kasus ini sudah melebihi kasus harian tertinggi pada varian Delta tahun 2021.

Perkembangan kasus aktif per tanggal 6 Februari 2022, total kasus aktif 9.887 terdiri atas 954 (9,65%) dirawat di rumah sakit, 1.551 (15,69%) di isolasi terpusat, 7.382 (74,66%) di isolasi mandiri.

Sampai 6 februari 2022: muncul kasus baru 1.918 orang, jumlah yang sembuh 196 orang, yang meninggal 7 orang, Jumlah kesembuhan secara kumulatif mencapai 88,84%. Jumlah yang sembuh jauh di bawah jumlah kasus baru harian, yang mengakibatkan beban perawatan di rumah sakit dan di isolasi terpusat.

Dalam rangka peningkatan pelayanan dan mengurangi risiko penularan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, bersama Kodam IX/Udayana dan Polda Bali beserta jajaran akan segera melakukan upaya serius yaitu memindahkan pasien dari isolasi mandiri ke isolasi terpusat, menyiapkan fasilitas isolasi terpusat, mengantisipasi peningkatan kebutuhan tempat tidur di rumah sakit, obat-obatan, oksigen, dan tenaga kesehatan, serta menyiapkan fasilitas hotel untuk tenaga kesehatan yang melayani pasien covid-19 di rumah sakit, puskesmas, dan isolasi terpusat.

Baca Juga  Diikuti 150 Peserta, FPar Unud Adakan FGD Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Agung

Pencapaian vaksinasi semakin maju, suntik ke-1 sudah mencapai 103,17% dan suntik ke-2 sudah mencapai 92,89%, vaksinasi pada anak-anak usia 6-11 tahun untuk suntik ke-1 sudah mencapai 105,47% dan suntik ke-2 sudah mencapai 90,21%. Namun perlu diingat, meskipun warga sudah mengikuti vaksinasi tidak sepenuhnya menjamin terbebas dari risiko penularan covid-19.

Gubernur Koster menyampaikan, Provinsi Bali mendapat kepercayaan untuk menjadi tempat penyelenggaraan beberapa event internasional.

Di antaranya, Pertemuan ke-4 Konferensi Para Pihak (COP4) Konvensi Minamata tentang Merkuri, yang akan dilaksanakan pada tanggal 21-25 Maret 2022 diikuti oleh 135 negara, pertemuan ke-144 Parlemen se-Dunia yang akan dilaksanakan pada tanggal 20-24 Maret 2022 diikuti oleh 178 negara, Global Platform for Disaster Risk Reduction (Pengurangan Risiko Bencana) yang akan dilaksanakan pada tanggal 23-28 Mei 2022, diikuti oleh 193 negara, dan Konferensi Presidensi G-20, yang akan dilaksanakan selama setahun, mulai Bulan Desember 2021 dan pertemuan puncak Presidensi G-20 tanggal 15–16 November 2022.

“Berkaitan dengan hal tersebut, saya mengimbau, mengingatkan, menegaskan, dan mengajak seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, harus tetap waspada menghadapi pandemi covid-19 varian Omicron, yang telah meningkat dengan sangat cepat,” imbaunya.

Selanjutnya, ia menegaskan agar masyarakat terus menaati dan melaksanakan protokol kesehatan serta menerapkan pola hidup sehat bebas covid-19 dengan 6 M yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan menaati aturan.

“Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pegawai/karyawan dan pengunjung pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan terkait. Pengunjung yang diizinkan masuk ke pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan adalah pengunjung yang telah memperoleh vaksinasi covid-19 suntik ke-2,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ia juga menegaskan akan membatasi aktivitas masyarakat, upacara adat, ngaben, pernikahan, dan kerumunan sesuai Surat Edaran Parisada dan MDA Bali.

Baca Juga  Pelaku Penganiayaan di Toko Jalan Teuku Umar Barat Diringkus Polisi

Bagi krama Bali yang belum mengikuti vaksinasi suntik ke-1 atau suntik ke-2 agar segera mengikuti vaksinasi di wilayah masing-masing untuk mengurangi resiko penularan covid-19. Khususnya untuk usia lanjut, warga yang punya penyakit bawaan (komorbid), ibu hamil, dan difabel. Bagi krama Bali yang sudah mengikuti vaksinasi suntik ke-1 dan ke-2 agar segera mengikuti vaksinasi booster (suntik ke-3).

“Bagi krama Bali yang melakukan kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif agar berinisiatif dan bersedia untuk mengikuti Tracing yang dilaksanakan oleh Aparat TNI dan Polri, selanjutnya melaksanakan testing,” jelasnya.

Selanjutnya, bagi krama Bali yang mengalami gejala awal (demam, pilek, batuk, sesak nafas, hilang indra penciuman dan perasa) agar segera melakukan testing swab berbasis PCR.

Bagi yang terkonfirmasi positif covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan agar segera berinisiatif melakukan isolasi terpusat yang telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, dilarang melakukan isolasi mandiri di rumah, agar tidak menular kepada keluarga. Bagi yang terkonfirmasi positif covid-19 dengan gejala sedang dan berat agar segera ke rumah sakit rujukan di wilayah masing-masing guna menghindari terjadinya kondisi yang memburuk dan membahayakan bagi diri sendiri.

Selanjutnya, bagi krama Bali agar selalu ngrastiti bhakti, memohon kerahayuan dan pandemi covid-19 segera berakhir. “Marilah Kita terus memanjatkan Doa dengan keyakinan masing-masing memohon kehadapan Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa agar Alam Bali beserta Isinya selalu dalam kondisi nyaman, aman, dan damai sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,” ungkapnya. (sar/hmbal)