Beranda Badung News Anjing Mati di Pantai Berawa, Dinas Pertanian Terjunkan Tim Dokter Hewan

Anjing Mati di Pantai Berawa, Dinas Pertanian Terjunkan Tim Dokter Hewan

0
Hosting Indonesia

hmbad

Kadis Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Guna menyikapi kasus kematian anjing di pantai Berawa Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung sudah menerjunkan tim yang terdiri atas dokter hewan dan petugas vaksinasi rabies untuk mengumpulkan keterangan dan informasi serta melakukan analisa terkait penyebab kematian anjing di kawasan itu.

Kadis Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana, saat dikonfirmasi, Kamis (7/4) mengungkapkan, jauh sebelum kejadian ini pihaknya sudah pernah turun bersama tim untuk menindaklanjuti keluhan warga terhadap banyaknya anjing liar di sekitar pantai Berawa dan kawasan pura setempat, sekaligus melakukan kegiatan vaksinasi rabies. Pada saat tim turun memang ditemukan beberapa anjing yang dibawa oleh pemiliknya dan anjing yang berkeliaran namun menurut keterangan warga ada pemiliknya.

Menurut Wijana, secara klinis memang ada beberapa jenis penyakit yang sering menyerang anjing yang disebabkan oleh sejenis virus seperti parvo, distemper, rabies ataupun disebabkan oleh parasit seperti scabies, demodex (gudig) dan cacingan, namun berdasarkan pengalaman penyakit tersebut di atas jarang sampai menyebabkan kematian secara masal. Lebih lanjut dikatakannya, begitu mendapat informasi tentang kejadian di pantai Berawa, pihaknya langsung menurunkan tim untuk menganalisis penyebab kematian dan mengambil langkah preventif jika kematian anjing itu disebabkan oleh salah satu penyakit yang biasa menyerang anjing tersebut.

Dalam hal penertiban anjing liar kami memang sangat ekstra hati-hati karena saat ini sudah banyak warga yang peduli dengan keberadaan anjing liar. Karena itu, tim penertiban selalu berkoordinasi dengan aparat setempat serta bekerja sama dengan LSM penyayang anjing untuk diadopsi ataupun direlokasi ke tempat penampungan (shelter) namun langkah eliminasi terpaksa dilakukan hanya jika ada indikasi rabies ataupun mengancam keselamatan warga,katanya. (dev/hmbad)

Hosting Indonesia
Artikel sebelumyaWabup Suiasa Terima Audiensi Peradah Kabupaten Badung
Artikel berikutnyaOptimalkan Pengamanan Bandara Jelang KTT G20, Bupati Giri Prasta Terima Audiensi Kapolres Bandara Ngurah Rai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here