Beranda Badung News Bahas Perlindungan Hak Cipta Penyiaran, KPI Rangkul Pakar dan Akademisi

Bahas Perlindungan Hak Cipta Penyiaran, KPI Rangkul Pakar dan Akademisi

0
Hosting Indonesia

bvn/hm-unud

Seminar membahas perlindungan hak cipta penyiaran di Unud.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menggagas seminar “Perlindungan Hak Cipta Konten Penyiaran di Media Sosial” yang terselenggara di Universitas Udayana (Unud) Kampus Sudirman Denpasar, Rabu (11/5/2022). Unud dipilih menjadi tuan rumah penyelenggara seminar ini guna membahas perlindungan hak-hak dan kepentingan publik atas karya orisinal serta dampak konten siaran yang disebarluaskan melalui media sosial.

Komisioner KPI Pusat, Yuliandre Darwis mengatakan, di era digital saat ini banyak stasiun televisi yang mengambil tayangan dari media sosial seperti Youtube. Meski mengambil konten yang bersumber dari media sosial, sering ditemui stasiun televisi yang hanya menyebutkan sumber dari Youtube tanpa menyebutkan nama penciptanya. Menurut Yuliandre, konten-konten di media sosial juga memiliki hak cipta yang perlu dilindungi.

“Industri TV pun merasa ada konten mereka diambil oleh kanal Youtube yang seharusnya disebutkan sumbernya dari mana. Fenomena ini bergulir tanpa ada kepastian, mau ke mana arah kebijakannya,” papar Yuliandre.

Yuliandre manambahkan, dalam menyiarkan konten yang bersumber dari media sosial tentu lembaga penyiaran harus berhati-hati. Stasiun televisi tetap harus menjalankan fungsi verifikasi secara ketat dalam menyikapi situasi ini. “Karena sumber konten dari media sosial bisa dari mana saja, tidak hanya dari otoritas yang bisa dipercaya,” tambah Yuliandre.

Mengajak para pakar, akademisi, dan mahasiswa, pihaknya berharap seminar ini menghasilkan kesimpulan yang mengarah ke kebijakan perlindungan hak cipta konten penyiaran media sosial. “Dalam sebuah karya, namanya intelektual properti, hak cipta dan itu harus dihargai. Semua konten kreator mempunyai hak cipta, tidak semena-mena kita ambil. Ini yang menjadi isu strategis saat ini,” papar Yuliandre.

Rektor Unud, Prof. I Nyoman Gde Antara mengapresiasi KPI Pusat yang mengajak Universitas Udayana untuk menaruh perhatian pada perlindungan hak cipta konten penyiaran media sosial. Pihaknya berharap seminar ini memberikan manfaat bagi akademisi dan mahasiswa Universitas Udayana dalam perkembangan dunia penyiaran di Indonesia. “Harapannya bisa berjalan baik, mendapatkan solusi. Kami berharap ini tidak akan berhenti sampai hari ini dengan KPI Pusat. Kami siap membantu dan membangun kerja sama lebih lanjut,” papar Prof. Antara.

Seminar turut mengundang tiga pakar komunikasi dan media penyiaran sebagai narasumber seminar, di antaranya Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Usman Kansong; praktisi Kekayaan Intelektual, Dr. Justisiari P.Kusumah; dan akademisi Universitas Padjajaran Prof. Dr. Ahmad Ramli.

Turut hadir penanggap seminar, yaitu Dirut Program & Pengembangan Metro TV, Agus Mulyadi dan perwakilan dari Viva Group, Bapak Adi Sumono dan Indah Saraswati. (sar/hm-unud)

Sumber: http://www.unud.ac.id

Hosting Indonesia
Artikel sebelumyaPemberdayaan Ekonomi, G20 Fokus kepada Perempuan dan Kaum Muda
Artikel berikutnyaUnud Sosialisasikan Program Mahasiswa Wirausaha dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here