Beranda Bali News Bangun 8 Dekanat dan Asrama 6.000 Bed, Rektor Unud Pastikan tak Kutak-katik...

Bangun 8 Dekanat dan Asrama 6.000 Bed, Rektor Unud Pastikan tak Kutak-katik Anggaran UKT

Hosting Indonesia

sar

PAMERAN – Rektor Unud Prof. Nyoman Gde Antara meninjau pameran produk-produk mahasiswa sebelum meluncurkan Central Park Udayana, Jumat (4/2/2022).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Selain meluncurkan Central Park Udayana, pada 2022 ini Unud tengah merealisasikan 2 bangunan pretisius yang menjadi agenda besar. Hal tersebut diungkapkan Rektor Unud Prof. Nyoman Gde Antara saat meluncurkan Central Park Udayana, Jumat (4/2/2022).

Pertama, pembangunan 8 gedung dekanat di areal Kampus Jimbaran. Pembangunan ini, ujar Antara, tidak lain dilaksanakan dengan maksud mengefektifkan koordinasi antara pihak dekanat dan rektorat. Menurutnya, apabila koordinasi dapat terbangun dengan baik, maka hal ini diyakini turut mendukung pembenahan sistem kerja di lingkungan internal Unud.

Bagi beberapa fakultas yang telah memiliki gedung sendiri di areal Kampus Jimbaran, pihak rektorat juga berkomitmen akan melakukan peremajaan terhadap sarana dan prasarana yang ada pada gedung tersebut. Dengan demikian, tidak ada kesan diskriminasi antara fakultas yang satu dengan yang lain di lingkungan Unud.

Kedua, Rektor Antara beserta jajarannya juga tengah berkonsentrasi untuk pembangunan Udayana Integrated Student Dormitory yang memiliki kapasitas 6.000 bed yang terbagi dalam 22 tower. “Asrama ini dibangun dengan tujuan untuk membentuk karakter mahasiswa baru agar lebih mandiri dan mampu melatih soft skill-nya untuk berinteraksi selama bertempat tinggal di asrama,” jelasnya.

Guna menunjang kenyamanan mahasiswa selama bertempat tinggal di asrama, maka asrama mahasiswa juga akan dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang, di antaranya fasilitas olah raga dan fasilitas ruang diskusi terbuka. Oleh karenanya, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk fokus belajar, melainkan tetap dapat melakukan aktivitas yang menunjang kesehatan fisik dan mental.

Bagaimana dengan strategi pendanaannya, adakah mengutak-atik dana dari uang kuliah tunggal (UKT) para mahasiswa? Ditanya begini, Prof. Antara menegaskan, sama sekali tak mengutak-atik UKT mahasiswa. UKT murni digunakan untuk melakukan proses perkualiahan dan mendukung proses akademik di Unud.

Baca Juga  Gubernur Bali Wayan Koster Tinjau Tempat Usaha Produk Garam Tradisional Lokal Bali di Desa Pemuteran

Untuk membiayai pembangunan yang tengah digencarkannya, pihaknya menggandeng partner. Dengan kerja sama ini, katanya, Unud tak mengeluarkan uang serupiah pun untuk pembangunan sejumlah proyek besar ini. “Kami bekerja sama dengan pihak ketiga,” katanya.

Selain itu, katanya, dana yang tidak tereksekusi pada tahun sebelumnya menjadi saldo pada tahun 2022 ini. Dana ini menjadi saldo awal untuk pembangunan sejumlah fasilitas Unud.

Dia juga memaparkan, saat ini aset Unud di Bukit Jimbaran sekitar 147 hektar. Yang digunakan baru sekitar 10 hektar saja. “Kami masih memiliki aset sekitar 137 hektar,” katanya.

Jika 100 meter per segi nilainya sekitar Rp 1,5 miliar, ungkap Antara, luar biasa jumlah aset Unud dari tanah saja. “Ini merupakan mutiara Unud yang terpendam. Tanah ini berpeluang untuk dikerjasamakan untuk mendukung pembangunan Unud,” tegasnya.

Hal ini sesuai dengan harapan Kementerian Keuangan agar aset-aset yang ada dimanfaatkan secara maksimal. Saat ini, pendayagunaan aset Unud masih sangat kecil. Pemerintah pun mendorong Unud untuk mendayagunakan aset-aset yang ada,” tegasnya. (sar/bvn)

Hosting Indonesia
Artikel sebelumyaTelan Anggaran Rp 8 Miliar, Rektor Unud Luncurkan Central Park Udayana
Artikel berikutnyaBritish Council Siap Fasilitasi Tes IELTS untuk Kuliah di Luar Negeri