Beranda Badung News BBPOM Denpasar Sidak Takjil di Perumahan Dalung Permai, Semuanya Aman Dikonsumsi

BBPOM Denpasar Sidak Takjil di Perumahan Dalung Permai, Semuanya Aman Dikonsumsi

0
Hosting Indonesia

ist

Pemeriksaan sampel takjil oleh BBPOM Denpasar.

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar, Senin (11/4) sore, melakukan intensifikasi pengawasan pangan di kawasan Perumahan Dalung Permai, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Saat itu, 15 sampel makanan takjil untuk berbuka puasa diuji, mulai dari es blewah hingga tahu isi menjadi sasaran sampel makanan yang akan diuji kali ini. Hasilnya, dari sampel yang diuji, seluruhnya dinilai aman untuk dikonsumsi.

Kepala BBPOM Denpasar, I Made Bagus Garammetta menjelaskan, intensifikasi pangan ini berkoordinasi dengan pemerintah setempat, yang dalam hal ini Dinas Kesehatan Badung. Adapun makanan yang disasar menjadi sampel diambil secara acak antara lain roti kukus berwarna merah dan kuning, es susu jeli, es stroberi biji selasih, es blewah, kolak campur, manisan mangga, kerupuk beras, pindang, kerupuk putih, tahu goreng, tahu isi, hingga jajan Bali campur. Garametta mengungkapkan, pengawasan ini bertujuan untuk memastikan pangan untuk buka puasa tersebut aman untuk dikonsumsi.

“Ada beberapa yang kita lakukan, di antaranya uji boraks, uji formalin, uji rhodamin B, dan uji methanyl yellow. Dari uji sampel yang kita langsung dilakukan di mobil yang telah kita siapkan, produk pangan untuk berbuka puasa di sini memenuhi syarat dan aman dari bahan berbahaya,” ujarnya.

Secara umum, formalin biasanya dicurigai digunakan pada makanan olahan ikan. Uji boraks biasanya pada kerupuk dan bakso, rhodamin B biasanya dicurigai pada minuman-minuman dengan warna mencolok atau berwarna merah, serta methanyl yellow dicurigai pada kerupuk, mie, tahu dan makanan yang berwarna kuning.

Untuk bulan Ramadhan tahun ini, kata Garametta sudah dilakukan tiga kali intensifikasi pangan takjil di tiga kabupaten yakni Denpasar, Gianyar, dan Badung. Dia mengungkapkan, hasil uji langsung dalam dua tahun terakhir dengan kegiatan yang sama, menunjukkan bahwa tidak ada yang menyalahgunakan bahan berbahasa pangan takjil.

“Selama dua tahun terakhir ini, hasilnya memenuhi syarat semua. Ini menandakan bahwa ada kesadaran dari pelaku usaha untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya, sehingga masyarakat yang akan berbuka puasa aman untuk mengonsumsinya,” terangnya.

Garametta mengingatkan masyarakat agar cerdas dalam membedakan makanan yang aman dengan makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Salah satunya warna makanan yang terlalu mencolok. Masyarakat diingatkan untuk selalu cek KLIK (kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa) setiap membeli makanan dan obat. (sar/bvn)

Hosting Indonesia
Artikel sebelumyaKasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar Semakin Melandai, Hari Ini Hanya Bertambah 1 Orang, Kasus Sembuh Melejit di Angka 22 Orang
Artikel berikutnyaPercepat PBG dan SLF, Komisi I DPRD Badung Minta OPD Samakan Persepsi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here