Beranda Badung News Percepat PBG dan SLF, Komisi I DPRD Badung Minta OPD Samakan Persepsi

Percepat PBG dan SLF, Komisi I DPRD Badung Minta OPD Samakan Persepsi

0
Hosting Indonesia

hmwan

PBG DAN SLF – Ketua Komisi I Made Ponda Wirawan memimpin raker bahas PBG dan SLF dengan sejumlah OPD seperti PUPR, DLHK, DPM PTSP, serta Satpol PP, Senin (11/4/2022).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Diperlukan kesamaan persepsi dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, sehingga percepatan dalam pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun Sertifikat Laik Fungsi (SLF) bisa terlaksana. Hal ini disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Badung, I Made Ponda Wirawan, S.T., saat memimpin rapat kerja (raker). Rapat kerja ini berkaitan dengan pembahasan perizinan, air bawah tanah (ABT), analisis dampak lingkungan (amdal), pengawasan, dan penertiban pelaksanaan perda digelar di Ruang Gosana Sekretariat DPRD Badung, Senin (11/4).

Dalam raker, Ketua Komisi I DRPD Badung didampingi Wakil Ketua II, I Wayan Sugita Putra, S.E., M.Ap., serta anggota Dewan lainnya yakni, I Gusti Ngurah Sudiarsa, S.H., Yayuk Agustin Lessy, S.H., I Wayan Loka Astika, S.H., Ni Luh Sekarini, AA Ngurah Ketut Nadi Putra, S.H., dan I Gede Suardika, S.Sos. Turut hadir OPD terkait di antaranya, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan tenaga ahli.

Ketua Komisi I, I Made Ponda Wirawan seusai raker mengungkapkan, dalam raker, Dewan berusaha mendorong OPD terkait sehingga waktu untuk mengurus PBG, SLF dan yang lainnya yang berhubungan dengan perizinan bisa dipercepat. Hal Ini memerlukan sebuah kebijakan, bagaimana masing-masing instansi terkait berkoordiansi agar menyamakan persepsi sehingga bisa merealisasikan percepatan dalam proses pengurusan PBG maupun SLF.

“Hal ini sangat penting karena muaranya adalah investasi yang akan masuk ke Badung. Kalau sudah proses semuanya lancar, kenyamanan investasi itu akan berlangsung dengan baik,” ujarnya.

Terkait bagaimana kesepakatan masing-masing OPD bisa dicapai, Made Ponda mengatakan, Dewan akan mendorong Sekretaris Daerah selaku pimpinan di birokrasi untuk mendudukkan OPD terkait sehingga kesamaan persepsi terhadap aturan regulasi yang ada bisa tercapai, untuk menghindari pemahaman masing- masing OPD secara sepihak.

“Mereka benar-benar agar satu bahasa dalam menyampaikan kepada masyarakat bagaimana proses PBG tersebut. Di sinilah diperlukan peran Dewan, bagaimana kita sebagai pelayan masyarakat untuk mendorong kenyamanan masyarakat, karena ini adalah tugas kita bersama untuk pelayanan terbaik kepada masayrakat,” beber politisi asal Abiansemal tersebut.

Pascapandemi ini, lanjut Made Ponda, pemerintah mulai berbenah dengan cara menyiapkan piranti yang bertalian dengan sarana yang diperlukan untuk menyambut investor yang akan berinvestasi di Badung ini. “Bagaimana kita membuat pelayanan yang terbaik sehingga masyarakat maupun investor yang datang merasa nyaman,” imbuhnya.

Disinggung mengenai kendala yang terjadi untuk mempercepat proses yang berkaitan dengan perizinan, Ponda Wirawan menyatakan bahwa apa pun yang berkaitan dengan regulasi baru perlu adanya penyesuaian-penyesuaian maupun pemahaman terhadap regulasi baru tersebut. Dengan adanya regulasi baru yang memuat beberapa perubahan, akan dibutuhkan sosialisasi ke masyarakat sehingga kekhawatiran masyarakat akan perijinan bisa diatasi.

Terkait penyanding yang tidak ada lagi dalam pengurusan PBG, dirinya menegaskan, dalam mengurus upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL/UPL) setidaknya dilakukan sosisialisasi untuk mengakomodir kearifan- kearifan lokal yang ada di Kabupaten Badung. “Di sinilah diperlukan adanya kerja sama dari investor meskipun tidak ada penyanding lagi dalam pengurusan PBG diharapkan bisa tetap berkoordinasi dengan masyarakat setempat ketika akan membuat sebuah usaha,” tandasnya. (sar/bvn)

Hosting Indonesia
Artikel sebelumyaBBPOM Denpasar Sidak Takjil di Perumahan Dalung Permai, Semuanya Aman Dikonsumsi
Artikel berikutnyaKasus Baru Covid-19 di Bali Bertambah 18, Kasus Sembuh Bertambah 77 Orang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here