Beranda Another Region News Budi Daya Kasna sangat Prospektif

Budi Daya Kasna sangat Prospektif

0
Hosting Indonesia

Budi daya tanaman kasna atau edelweis

TANAMAN Kasna atau yang lebih dikenal dengan bunga Edelweis, tidak semudah yang dibayangkan. Tanaman yang dibutuhkan umat Hindu, untuk sarana upakara ini hanya bisa tumbuh di banjar temukus, desa besakih, kecamatan Rendang, Karangasem sehingga menjadi potensi dan keunggulan desa yang mendapatkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Nengah Sindia, Bendesa Adat Temukus, seperti dikutip dari Harian Bisnis Bali memaparkan budidaya Kasna dibilang susah tidak, dibilang gampang juga tidak. Kasna, adalah tanaman khas Temukus yang tidak bisa tumbuh di daerah lainnya. Kasna endemiknya di puncak gunung agung pada ketinggian perbatasan antara vegetasi hutan dan bebatuan.

“Awalnya pengelingsir kami menanam ini, karena dulu ada kewajiban untuk menghaturkan Kasna ke Pura Besakih. Setiap Galungan, dulu sebelum budidaya pengelingsir kami selalu naik ke gunung Agung. Karena saking banyaknya yang naik gunung, untuk kelestarian supaya tidak punah maka pengelingsir kami memohon dengan bakti kepada betara Lingsir agar tanaman yang tumbuh di atas, bisa tumbuh di tegalan kami,” tuturnya. Setelah itu, tanaman yang ditunas di atas bisa tumbuh dan semenjak itu masyarakat Temukus tidak lagi nunas ke atas gunung, untuk menjaga kelestarian yang diatas.

Diterangkan ada juga pantangan bagi wanita yang sedang datang bulan tidak boleh merawat dan masuk  kebun Kasna, karena tanaman pasti akan layu dan mati. “Karena anggapan kami, Kasna ini adalah anugerah dari Ida Batara Lingsir Giri Toh Langkir dan kewajiban kami untuk menjaga kesucian tersebut,” tandasnya.

Cara budidaya sangat mudah, lakukan pengolahan tanah terlebih dahulu. Lalu beri pupuk kandang agar kesuburan tanah meningkat. Setelah lahan siap, bibit Kasna bisa ditanam. Bibit dibuat dengan cara stek, dan langsung ditanam di lahan.

Setiap dua bulan harus dilakukan pembersihan gulma, karena rumput liar biasanya cepat sekali tumbuh. Gulma tersebut, membuat tanaman Kasna kurus  dan mati. Selain pembersihan gulma, pemupukan perlu dilakukan bila tanaman terlihat layu. Berikan pupuk kandang sebagai pupuk susulan. Kemudian untuk menjaga oksigen dalam tanah, lakukan penggemburan tanah.

Perawatan lainnya yang perlu dilakukan adalah penyemprotan dengan pestisida bila ada hama berupa ulat. Ulat biasanya muncul saat peralihan musim.

Panen biasanya dilakukan menjelang hari raya Galungan. “Yang dipanen adalah daun Kasna, karena itu yang dibutuhkan untuk upacara. Sedangkan untuk bunga Edelweis belum digarap dengan baik oleh petani,” tuturnya.

Untuk satu ikat daun Kasna dijual Rp1.000, tapi saat harga bagus bisa mencapai Rp15 ribu. Pemasaran Kasna setiap Galungan dan Kuningan hingga ke Denpasar, sebagian lambang kemenangan. “Budidaya Kasna ini, astungkara bisa memberikan kesejahteraan kepada para petani. Karena modal untuk budidaya tidak besar, dan petani tidak perlu membeli bibit yang bisa dibuat dengan sangat mudah oleh petani,” pungkasnya.

Hosting Indonesia
Artikel sebelumyaKegiatan Restocking di Subak Lepud, Baha Ny. Seniasih Giri Prasta Tebar 114 Ribu Benih Ikan
Artikel berikutnyaTuntut Dewan Panggil Owner Hotel W Seminyak, FSPM Gelar Aksi Demo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here