bvn/r
TURUN KE SANGEH – Mendampingi Wabup Bagus Alit Sucipta, anggota Komisi I DPRD Badung I Putu Dendy Astra Wijaya turun ke objek wisata Sangeh pascapohon tumbang yang menelan korban jiwa, Kamis (4/12/2025).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
Anggota Komisi I DPRD Badung I Putu Dendy Astra Wijaya, Kamis (4/12/2025) turun ke objek wisata Sangeh. Anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut turun mendampingi Wabup Bagus Alit Sucipta dan Ny. Yunita Alit Sucipta untuk melihat dari dekat dampak yang ditimbulkan dari tumbangnya puluhan pohon pala yang merusak bangunan pura serta menelan satu korban jiwa dan satu korban luka.
Ditanya mengenai hasil kunjungannya, anggota DPRD Badung dari Dapil Abiansemal tersebut mengungkapkan, pertama tentu korban meninggal maupun korban luka akibat kejadian tersebut menjadi atensinya. “Kami memastikan ada semacam dana duka untuk korban meninggal maupun dana perawatan bagi korban luka,” tegasnya.
Rencananya, pihaknya bersama Pemkab Badung hadir ke rumah duka. Namun karena jenazah masih dititip di rumah sakit, Dendy menyatakan, pihaknya akan melayat saat upacara pengabenan korban. “Kami pastikan ada bantuan dari pemerintah selain dari pengelola objek wisata Sangeh yang juga sudah menyediakan semacam asuransi bagi karyawan-karyawatinya,” tegasnya.
Selanjutnya, untuk korban luka (patah tangan, red), Pemkab Badung dipastikan turun tangan. Korban sekarang sudah dirawat di RSD Mangusada. “Setelah koordinasi dengan pimpinan, korban akan segera menjalani operasi,” ungkapnya.
Terkait kerusakan sejumlah pelinggih di pura yang disebabkan pohon tumbang, kata Dendy lagi, pemerintah melalui BPBD masih melakukan pendataan. Dipastikan, pemerintah hadir untuk perbaikan fisik pelinggih yang rusak serta keperluan upakara yang diperlukan.
Usai melakukan peninjauan, Putu Dendy Astra Wijaya menyarankan kepada pengelola destinasi atau objek wisata Sangeh agar membebaskan areal pura dari pohon-pohon pala yang tumbuh di sekitarnya. “Dalam radius tertentu yang dinilai aman, pohon-pohon dihilangkan sehingga pura bebas dari pohon tinggi,” ujarnya sembari menambahkan, ini bertujuan agar jika ada pohon tumbang lagi, dipastikan tidak akan menimpa pelinggih yang ada di pura.
Hal lain yang diungkapkannya, dia mendesak pengelola untuk meremajakan pohon-pohon yang sudah berusia lanjut dan berpeluang untuk tumbang. “Pohon-pohon pala yang ada, yang sudah tua dan berpeluang tumbang agar diremajakan. Namun sebelum ditebang, tentu harus ada pengganti terlebih dahulu,” ujarnya.
Dia menyatakan, hutan pala di Sangeh merupakan kewenangan di BKSDA. Walau begitu, Dendy menyatakan siap melakukan koordinasi dengan Balai Korservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) baik untuk tujuan peremajaan pohon maupun pembebasan areal pura dari pohon-pohon tinggi. “Kami siap memfasilitasi pertemuan dengan BKSDA untuk tujuan di atas,” ujarnya. (sar)









































