bvn/hmpln
PENGAJUAN NIB – Pendampingan pengajuan NIB di Rumah BUMN Denpasar menjadi langkah nyata membantu UMKM memiliki legalitas usaha resmi agar lebih siap berkembang dan memperluas akses pasar.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Di antara deretan kopi kemasan lokal, keripik rumahan, tas anyaman, hingga produk kerajinan tangan yang tersusun rapi di sudut Rumah BUMN Denpasar di kawasan Sesetan, tersimpan cerita tentang perjuangan usaha kecil untuk terus bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Pagi itu, suasana Rumah BUMN Denpasar terlihat lebih ramai dari biasanya. Beberapa pelaku UMKM tampak berdiskusi dengan pengelola, sementara sebagian lainnya sibuk menjelaskan produk mereka kepada para tamu yang datang berkunjung. Dari rak-rak sederhana tersebut, tumbuh harapan agar produk lokal Bali semakin dikenal luas dan mampu bersaing di pasar yang kian kompetitif.
Di waktu yang sama, Rumah BUMN Denpasar juga menggelar workshop pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diikuti oleh 13 peserta dari kalangan UMKM binaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha memiliki identitas usaha resmi sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha.
NIB merupakan identitas resmi pelaku usaha yang kini menggantikan fungsi sejumlah perizinan lama seperti SIUP, TDP, dan SKU. Kepemilikan NIB dinilai penting karena memudahkan pelaku UMKM dalam mengakses berbagai fasilitas dan program pemerintah, mulai dari pembiayaan usaha, pelatihan, hingga perluasan akses pasar.
Di tengah aktivitas para pelaku UMKM yang mengikuti pendampingan dan workshop tersebut, kunjungan anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan, menjadi momentum untuk melihat langsung bagaimana pembinaan UMKM dijalankan dari level paling dasar. Tidak hanya meninjau produk-produk lokal binaan, kunjungan tersebut juga memperlihatkan bagaimana ruang sederhana seperti Rumah BUMN Denpasar mampu menjadi tempat tumbuh bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang lebih mandiri dan kompetitif.
Hari Kebangkitan Nasional selama ini dimaknai sebagai tonggak lahirnya kesadaran kolektif bangsa untuk bergerak maju. Kini, semangat serupa tercermin melalui upaya memberdayakan UMKM agar tidak tertinggal di tengah arus digitalisasi dan persaingan pasar.
Di Rumah BUMN Denpasar, semangat itu hadir dalam bentuk yang sederhana namun nyata. Ada pelaku usaha yang mulai belajar memasarkan produknya secara daring, ada yang memperbaiki kemasan agar lebih kompetitif, hingga ada yang perlahan berhasil menembus pasar di luar Bali.
Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan manajemen PT PLN (Persero), antara lain Senior Manager Komunikasi dan Umum Imbar Susanto, Manager Senior Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan I Wayan Eka Susana, Assistant Manager TJSL Agus Gunadi, serta Pengelola Rumah BUMN Denpasar I Made Abdi Negara beserta tim.
Dalam kunjungannya, I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan meninjau langsung berbagai produk UMKM binaan sekaligus mendengarkan tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha, mulai dari akses pasar, promosi, hingga penguatan jejaring usaha.
Ia juga memberikan apresiasi atas penataan dan program pembinaan yang berjalan di Rumah BUMN Denpasar. Secara umum, pengelolaan Rumah BUMN dinilai telah berjalan baik dan terstruktur dalam mendampingi pelaku usaha lokal agar mampu naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha, digitalisasi, hingga pemasaran daring.
Namun, Komisi VI DPR RI memberikan catatan strategis mengenai pentingnya memperluas ruang pamer dan akses pasar bagi UMKM binaan. Rumah BUMN dinilai perlu lebih proaktif membangun kolaborasi dengan berbagai instansi Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Koperasi, Dinas Perdagangan, dan Dinas Pariwisata.
“Pengelolaan Rumah BUMN Denpasar ini sudah sangat baik dan potensinya besar. Namun, agar dampaknya lebih masif, kolaborasi dengan pemerintah daerah harus terus ditingkatkan. Rumah BUMN perlu bersinergi dengan dinas-dinas terkait untuk mengintegrasikan UMKM ke dalam agenda dan kalender kegiatan daerah,” ujar Alit Kesuma Kelakan dalam arahannya.
Di sela kunjungan tersebut, salah satu peserta workshop sekaligus pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Denpasar, Yanti, pemilik usaha Tisgumi yang bergerak di sektor makanan, turut menyampaikan apresiasinya saat bercengkerama dengan Alit Kesuma Kelakan. Menurutnya, pelatihan pengajuan NIB memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kecil yang ingin berkembang lebih profesional dan memiliki legalitas usaha resmi.
“Pelatihan NIB ini sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM seperti saya. Materi yang disampaikan jelas dan mudah dipahami. Saya juga sangat terbantu dengan pendampingan dari para mentor yang sabar dan responsif, sehingga menjadi lebih memahami pentingnya legalitas usaha untuk mendukung perkembangan bisnis ke depannya,” ujar Yanti.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai membantu pelaku UMKM lebih siap berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali Imbar Susanto mengatakan, Rumah BUMN menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga mendorong pelaku UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar dan teknologi.
Bagi PLN melalui program Rumah BUMN, pendampingan kepada UMKM bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari upaya menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Sebab, di balik setiap produk lokal yang dipajang di etalase kecil itu, terdapat harapan dan penghidupan keluarga yang terus diperjuangkan.
Dari sebuah ruang sederhana di Sesetan, semangat kebangkitan itu terus dijaga. Bahwa membangun bangsa tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi juga dari keberanian memberi ruang tumbuh bagi usaha-usaha kecil agar mampu naik kelas dan berdiri lebih kuat di negeri sendiri. (sar/hmpln)










































