Beranda Badung News Di Hadapan Kaesang Pangarep, Pelaku Pariwisata Badung Siap Menangkan Suyadinata

Di Hadapan Kaesang Pangarep, Pelaku Pariwisata Badung Siap Menangkan Suyadinata

bvn/sar

TATAP MUKA – Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep didampingi Cabup Badung Wayan Suyasa menghadiri tatap muka bersama pelaku pariwisata di Kabupaten Badung, Minggu (3/11/2024). 

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Pelaku pariwisata di Badung mulai pengusaha hotel, restoran dan atraksi wisata siap memenangkan Paket Bupati dan Wakil Bupati Badung Nomor Urut 1 Wayan Suyasa dan Putu Alit Yandinata (Suyadinata). Kesiapan ini diungkapkan pelaku pariwisata saat Acara Tatap Muka Kaesang Pangarep dengan Pelaku Pariwisata di Badung, Minggu (3/11/2024) di Hotel Kuta Paradiso Kuta.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang juga putra Presiden ke-7 Joko Widodo, Calon Bupati Badung Wayan Suyasa bersama Ketua Tim Pemenangan Suyadinata AA Bagus Tri Candra Arka, Tim Pemenangan Mulia-PAS Kabupaten badung Wayan Puspanegara, pimpinan PHRI Badung, Ketua Konfederasi SPSI, serta pimpinan organisasi pariwisata lainnya.

Sebelum sesi penyerapan aspirasi yang dipimpin Wayan Puspa Negara, Cabup Wayan Suyasa mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep karena telah merekomendasikan paket Suyadinata untuk memimpin Badung 5 tahun ke depan tanpa mahar. Karena itu, Suyadinata akan mempertanggungjawabkan kepercayaan ini untuk bisa memenangkan kontestasi pilbup Badung pada 27 November mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Wayan Suyasa memastikan akan mengelola APBD Badung dengan sebaik-baiknya terutama sektor pariwisata yang sudah memberikan pendapatan tinggi bagi Badung. “Selama ini, perhatian kepada sektor pariwisata sudah diberikan tetapi belum maksimal, karena itu kami akan maksimalkan,” ujarnya disambut riuh ratusan pelaku pariwisata yang hadir.

Suyasa pun memastikan akan memperhatikan kesejahteraan pekerja pariwisata dengan menerapkan upah minimum sektoral (UMS) khusus bagi pekerja pariwisata. “Kami pastikan UMS akan diterapkan untuk sektor pariwisata,” tegasnya.

Baca Juga  Dievakuasi, ABK Asal Filipina Alami Gangguan Jantung di Kapal Kool Ice

Pada kesempatan itu, Suyasa juga memastikan pada tahun pertama kepemimpinan Suyadinata, kabel-kabel berseliweran di jalan-jalan tidak akan ada lagi. “Semua kabel akan ditanam di bawah tanah,” ujarnya sembari memberikan alasan sektor pariwisata memerlukan keindahan dan kerapian.

Satu lagi, Suyasa memastikan air minum bagi masyarakat Badung di Kuta Selatan akan selesai pada satu tahun pertama kepemimpinannya. “Kami pastikan masalah air minum bagi krama di Kuta Selatan selesai pada satu tahun pertama kepemimpinan kami,” tegasnya lagi.

Pelaku pariwisata siap menangkan Suyadinata.

Program lain dipastikan akan berjalan sesuai visi dan misi yang sudah disampaikan. Di antaranya Rp 2 miliar untuk desa adat, Rp 1 miliar per banjar adat, Rp 150 juta per subak, Rp 25 juta tunjangan kematian, Rp 2 juta untuk lansia, pendidikan gratis untuk sekolah negeri dan swasta, kesehatan gratis serta be celeng setiap Galungan bagi umat Hindu. Bagi umat lain, daging disesuaikan seperti sapi atau kambing.

Di bagian lain, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep mengaku memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pelaku pariwisata untuk menyampaikan segala permasalahan. “Kami ingin menyerap aspirasi pelaku pariwisata khususnya di Kabupaten Badung,” tegasnya.

Kaesang memastikan, Suyadinata akan di-back-up pusat sehingga bisa memenangkan kontestasi pilkada. “Cawabup Putu Alit Yandinata dipanggil Presiden Prabowo, sementara Wayan Suyasa akan dipanggil Pak Jokowi ke Solo beberapa hari ke depan. Ini dipastikan bentuk support bagi Suyadinata,” tegasnya disambut tepuk tangan panjang pelaku pariwisata yang hadir.

Sebelumnya pelaku pariwisata melontarkan beban yang dirasakan pengelola akomodasi wisata di Badung. Saat ini pelaku akomodasi lebih banyak mengandalkan jasa online travel agent. Untuk ini, pihaknya dikenakan jasa hingga 22 persen. “Namun, kami masih harus kena PPN 12 persen lagi. Kalau memungkinkan mohon agar PPN ini bisa dihapus sehingga pengelola akomodasi bisa tetap eksis. Mohon bawa aspirasi kami ke pusat,” ujarnya.

Baca Juga  Tingkatkan Rekognisi Internasional, FK Unud Perkuat Kerja Sama dengan Australian National University

Dari kalangan SPSI, muncul desakan agar pendapatan pekerja sektor pariwisata tak hanya upah minimum kabupaten (UMK). “Kami ingin pekerja pariwisata memperoleh upah minimum sektoral (UMS) yang sebelumnya sudah sempat diterapkan,” kata Ketua FSPSI Semarakandi.

Karena dinilai komit dengan kebutuhan pariwisata dan peduli dengan pekerja pariwisata, ratusan pelaku pariwisata sepakat untuk mendukung, memilih dan memenangkan Suyadinata sebagai Bupati dan Wakil Bupati Badung. “Karena komit, kami siap memenangkan Suyadinata,” ujar pelaku pariwisata kompak. (sar)