Beranda Another Region News Diikuti 16 Sawa, Wagub Giri Prasta Hadiri Ngaben Masal Perdana Desa Adat...

Diikuti 16 Sawa, Wagub Giri Prasta Hadiri Ngaben Masal Perdana Desa Adat Mengandang

bvn/hmprov

PITRA YADNYA – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Pitra Yadnya/Ngaben Kinembulan Sawa Prakerti di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (6/8).

 

SINGARAJA (BALIVIRALNEWS) –

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri upacara Pitra Yadnya/Ngaben Kinembulan Sawa Prakerti di Desa Adat Mengandang, Kecamatan Kubutambahan, Kamis (6/8). Ngaben masal yang diikuti 16 sawa ini menjadi yang pertama digelar di desa tersebut, sekaligus menandai kuatnya komitmen krama dalam menjaga tradisi leluhur.

Dalam sambutannya, Giri Prasta mengaku bahagia dapat hadir langsung di tengah masyarakat yang melaksanakan yadnya secara gotong royong. Ia menyampaikan apresiasi atas kekompakan krama Desa Adat Mengandang yang bersama-sama menjalankan upacara sesuai dresta Bali.

“Apresiasi kepada krama yang telah bersatu, guyub, saling gotong royong melaksanakan yadnya ini. Sagilik saguluk salunglung sabayantaka, paras paros sarpanaya,” ujarnya.

Wakil Gubernur Bali juga menegaskan, Pemerintah Provinsi Bali terus mendukung pelaksanaan upacara yadnya sebagai bagian dari pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali.

Bendesa Adat Mengandang Wayan Sudiana dalam laporannya menjelaskan, ngaben masal ini bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga bentuk pelestarian budaya yang diwariskan secara turun-temurun. “Ini merupakan ngaben masal pertama yang kami laksanakan. Sebelumnya, kami melaksanakan ngaben metuun sesuai dresta Bali Aga di desa ini,” ungkapnya.

Rangkaian upacara telah berlangsung sejak 24 Juli dan akan berakhir pada 8 Agustus 2026. Puncak prosesi dijadwalkan pada 7 Agustus 2026, diawali dengan mecaru, dilanjutkan prosesi pengabenan, hingga upacara penyucian yang melibatkan pemangku, Ida Pandita, serta krama desa setempat.

Sebagai bentuk dukungan, Wagub Giri Prasta turut menyerahkan punia kepada panitia karya Rp25 juta. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Sekeha Angklung sebesar Rp5 juta, Sekeha Santi sebesar Rp2 juta, serta kepada pemangku sebesar Rp4 juta. (sar/hmprov)

Baca Juga  Ujung Tombaknya Ada di Desa, Ibu Putri Koster: PSBS PADAS Pola Baru Pengelolaan Sampah yang Ramah Lingkungan