bvn/hmden
TALKSHOW – Team Leader K3L dan Keamanan Ari Hidayanto (kanan) berkesempatan berfoto bersama dengan penyiar RPKD setelah acara talkshow selesai.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di berbagai sudut Bali. Bendera Merah Putih, umbul-umbul, spanduk, hingga beragam dekorasi menghiasi lingkungan masyarakat, termasuk kawasan permukiman dan ruang publik.
Di tengah semangat gotong royong menyambut 17 Agustus tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan ketenagalistrikan, khususnya saat memasang atribut kemerdekaan maupun melakukan aktivitas di sekitar jaringan listrik.
Pesan keselamatan itu disampaikan PLN UP2D Bali melalui kolaborasi edukasi bersama Radio RPKD 92,6 FM. Dalam talkshow tersebut, Team Leader K3L dan Keamanan PLN UP2D Bali, Ari Hidayanto mengajak masyarakat mengenali potensi bahaya listrik yang mungkin muncul dalam aktivitas persiapan perayaan kemerdekaan.
Ari menjelaskan, pemasangan bendera, umbul-umbul, spanduk, baliho, maupun dekorasi lainnya perlu diawali dengan memastikan kondisi lingkungan dan keberadaan jaringan listrik di sekitar lokasi.
“Semangat menyambut kemerdekaan tentu perlu kita rayakan bersama. Namun, kemeriahan tersebut harus tetap mengutamakan keselamatan. Sebelum memasang bendera, umbul-umbul, spanduk, maupun dekorasi lainnya, pastikan terlebih dahulu lokasi pemasangan aman dan tidak berdekatan dengan jaringan listrik,” ujar Ari.
Menurut Ari, kewaspadaan tidak hanya diperlukan saat memasang dekorasi. Berbagai aktivitas yang menggunakan benda berukuran panjang atau tinggi juga perlu memperhitungkan keberadaan jaringan listrik di sekitarnya.
Ia menjelaskan, risiko kelistrikan tidak selalu muncul akibat sentuhan langsung dengan kabel. Pada kondisi tertentu, berada terlalu dekat dengan jaringan listrik bertegangan juga dapat membahayakan keselamatan. “Karena itu, sebelum melakukan aktivitas, biasakan melihat kondisi di sekitar terlebih dahulu. Pastikan tidak ada jaringan listrik yang berdekatan dengan lokasi pemasangan atau aktivitas,” jelasnya.
Selain pemasangan atribut kemerdekaan, masyarakat juga perlu memperhatikan penggunaan listrik sementara untuk mendukung berbagai kegiatan 17 Agustus, seperti perlombaan, kegiatan warga, hingga hiburan di lingkungan.
Penggunaan lampu hias, pengeras suara, kabel tambahan, terminal listrik, dan peralatan listrik lainnya perlu memastikan instalasinya dalam kondisi baik, tidak rusak, serta digunakan sesuai kapasitas dan peruntukannya. Penataan kabel juga perlu dilakukan dengan baik agar tidak menjadi sumber bahaya bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitarnya.
Keselamatan Bagian Terpenting
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra mengatakan, edukasi keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan PLN kepada masyarakat. Menurutnya, kebutuhan pelanggan bukan hanya terhadap pasokan listrik yang andal, tetapi juga informasi yang mudah dipahami agar masyarakat dapat menggunakan listrik dan beraktivitas di sekitar jaringan dengan aman.
“Bagi PLN, pelayanan kepada pelanggan bukan hanya memastikan listrik tersedia dan andal. Masyarakat juga membutuhkan informasi yang mudah dipahami agar dapat memanfaatkan listrik dengan aman. Melalui kolaborasi bersama RPKD FM ini, kami ingin edukasi keselamatan ketenagalistrikan semakin dekat dan menjangkau lebih banyak masyarakat Bali,” kata Petrus.
Ia menilai, media radio memiliki peran strategis karena komunikasi yang disampaikan dapat hadir secara langsung dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Kolaborasi menjadi penting karena keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama. Semakin luas informasi ini disampaikan, semakin besar pula peluang kita membangun kesadaran masyarakat. Kami berharap perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia dapat berlangsung meriah, kreatif, dan penuh semangat tanpa mengabaikan keselamatan,” tambah Petrus.
Senada dengan hal tersebut, Penyiar RPKD FM, Bambang Riyadi mengapresiasi kolaborasi edukasi bersama PLN. Menurutnya, materi yang disampaikan relevan dengan aktivitas masyarakat menjelang perayaan kemerdekaan.
“Menjelang 17 Agustus, masyarakat sangat antusias menghias lingkungan. Melalui talkshow ini kami mengetahui bahwa aktivitas yang terlihat sederhana seperti memasang umbul-umbul dan dekorasi ternyata tetap memiliki aspek keselamatan yang perlu diperhatikan ketika berada di sekitar jaringan listrik. Informasi seperti ini penting disampaikan secara luas agar masyarakat dapat merayakan kemerdekaan dengan aman dan nyaman,” ujar Bambang.
Ia berharap sinergi antara RPKD FM dan PLN dapat terus berlanjut dengan menghadirkan informasi ketenagalistrikan yang praktis, edukatif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Meriah Boleh, dan Harus Selamat
Melalui edukasi tersebut, PLN UP2D Bali mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai bagian dari semangat gotong royong menyambut kemerdekaan. Masyarakat dapat saling mengingatkan apabila menemukan pemasangan atribut kemerdekaan atau aktivitas lain yang berpotensi membahayakan keselamatan maupun mengganggu jaringan listrik.
Kesadaran tersebut juga berkontribusi terhadap keandalan pasokan listrik. Gangguan jaringan akibat benda asing atau aktivitas yang tidak aman di sekitar instalasi kelistrikan tidak hanya berpotensi membahayakan masyarakat, tetapi juga dapat mengganggu pasokan listrik bagi pelanggan lainnya.
Karena itu, PLN UP2D Bali mengajak masyarakat Bali menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan semangat, kreativitas, dan kepedulian.
Merdeka untuk merayakan, tetapi keselamatan tetap yang utama. Dengan lingkungan yang aman dan penggunaan listrik yang bijak, semangat kemerdekaan dapat dirasakan bersama tanpa mengorbankan keselamatan dan keandalan listrik. (sar/hmpln)







































