Beranda Badung News Kasus Pengoplosan LPG di Abiansemal, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Kasus Pengoplosan LPG di Abiansemal, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

bvn/gung

SATU TERSANGKA – Polisi tetapkan IWR (61 tahun) sebagai tersangka pelaku pengoplosan gas LPG di Abiansemal Badung.

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Terkait kasus pengoplosan gas LPG bersubsidi dengan lokasi di Abiansemal Badung, Ditreskrimsus Polda Bali menetapkan satu tersangka berinisial IWR (61), Rabu, 19 juni 2024. Adapun kronologi kejadian, menurut Wadir Reskrimsus AKBP Renefli Dian Candra, dalam keterangan tertulisnya di Denpasar, Minggu 16 Juni 2024 sekitar pukul 06.20 Wita, tim unit 2 Subdit IV Ditreskrimsus Polda Bali menemukan pengoplosan pemindahan isi dari gas LPG bersubsidi 3 kg ke dalam tabung gas LPG non-subsidi ukuran 12 kg. Lokasinya di belakang rumah pelaku atau tersangka IWR. Saat itu tertangkap tangan sebanyak 15 tabung gas LPG ukuran 12 kg sedang dalam proses pengisian dari gas LPG subsidi 3 kg.

Adapun modus operandi pengoplosan gas, ungkapnya, dengan cara pertama-tama tersangka IWR menyiapkan tabung kosong gas LPG nonsubsidi 12 kg. Kemudian mengambil alat berupa pipa besi dengan panjang sekitar 15 cm dan pipa tersebut dimasukkan kedalam valfe tabung kosong gas LPG 12 kg. Setelah itu tersangka meletakkan es batu pada tabung tersebut. Pipa besi yang sudah dimasukkan ke dalam valfe tabung kosong gas LPG 12 kg dihubungkan kedalam valfe gas LPG subsidi 3 kg yang masih berisi, dengan posisi tabung kosong gas LPG 12 kg berada di bawah dan tabung gas LPG subsidi 3 kg masih berisi berada di atasnya.

Gas LPG yang ada di dalam tabung 3 kg keluar dan masuk ke dalam (pindah) melalui pipa besi ke tabung gas LPG nonsubsidi 12 kg tersebut. Untuk mengisi 1 tabung gas LPG 12 kg dibutuhkan 4 buah tabung gas LPG subsidi ukuran 3 kg dan selanjutnya dijual ke konsumen dengan harga Rp 200.000/tabung gas LPG 12 kg.

Baca Juga  LPPM Unud Desiminasikan Hasil Pengabdian dan Produk Inovatif Civitas Akademika Unud

“Motif mengoplos gas tersangka mengaku karena faktor ekonomi untuk mendapatkan keuntungan berlipat-lipat atau berlebih dari gas LPG subsidi 3 kg yang harusnya diberikan pemerintah untuk masyarakat miskin,” ujarnya.

Dirinya menyampaikan, adapun barang bukti berhasil disita dari tersangka, 40 buah tabung gas LPG 12 kg berisi gas LPG, 7 buah tabung gas LPG 12 kg kosong, 107 buah tabung gas LPG 3 kg bersubsidi berisi gas LPG, 174 buah tabung gas LPG 3 kg kosong, 15 buah pipa besi dengan panjang ± 15 cm, 1 unit mobil merek Suzuki Barry Nopol DK 8204 FE warna hitam, 1 buah paku ukuran 10 cm, 21 bungkus plastik warna bening dalam keadaan sobek-sobek bekas pembungkus es batu dan 16 buah karet seal.

Dia menyebut, tersangka IWR telah ditahan di Rutan Polda Bali. Ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.

Dirinya menyebutkan, selain kasus ini sebelumnya Polda juga telah memproses 4 kasus pengoplosan di Wilkum Gianyar dan Denpasar, apabila ada menemukan pengoplosan gas LPG mohon kerja samanya. “Masyarakat bisa menginformasikan kepada kami untuk ditindaklanjuti. Semoga kejadian yang sangat merugikan masyarakat ini tidak terulang lagi dan menjadi pelajaran untuk kita semua,” pungkasnya. (bvn4)

Hosting Indonesia