Beranda Ekonomi Kelengkapan Dokumen Ayam akan Diperketat

Kelengkapan Dokumen Ayam akan Diperketat

0
Hosting Indonesia
  •  

    DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

    Akhir-akhir ini peternak ayam broiler mengeluhkan anjloknya harga jual yang diakibatkan dengan banyaknya daging ayam dari Jawa yang masuk ke Bali. Menanggulangi hal tersebut beberapa hal pun diharapkan oleh para peternak yang salah satunya kelengkapan dokumen masuknya daging ayam ke Bali lebih diperketat.

    Hal tersebut terungkap pada pertemuan antara para peternak yang tergabung dalam  Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Broiler Bali dengan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali, Balai Karantina dan pihak terkait lainnya pada Jumat (29/3). Kadis Peternakan Provinsi Bali I Wayan Mardiana, seperti dikutip dari Harian Bisnis Bali mengatakan, hasil pembahasan merumuskan 4 poin. Pertama yaitu akan berkoordinasi dengan Balai Karantina terkait kelengkapan dokumen untuk memasukan daging ayam ke Bali yang selama ini hanya memakai surat keterangan sehat. Kedepannya akan diberlakukan pula dokumen (surat) yang menerangkan dimana ayam tersebut dipotong sehingga kebersihan dan kesehatannya benar-benar terjaga.

    Demikian juga kelengkapan dokumen rekomendasi pemasukan dari daerah tujuan dan rekomendasi pengeluaran dari daerah asal pengirim juga akan diberlakukan. “Jika memang dokumen ini nantinya tidak dilengkapi maka akan ada penekanan dari balai karantina untuk melengkapi dokumen tersebut terlebih dahulu,”jelasnya.

    Selanjutnya, rumusan berikutnya yang diusulkan oleh para peternak yaitu membentuk satgas pangan untuk mengawasi masuknya daging ayam ke Bali. Kemudian audensi dengan DPRD juga akan dilakukan untuk membicarakan regulasi lebih lanjut apakah kedepan akan adanya pembatasn kouta daging ayam yang masuk ke Bali, mengingat selama ini kebijakan tersebut belum ada. “Terakhir yaitu Pinsar ingin menentukan harga produksi untuk menentukan harga jual ke hotel restoran dan pengusaha catering di Bali,” ungkapnya.

    Dikatakannya, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menanggulangi over suplay nantinya. Saat ini dikatakan harga daging ayam di pasaran masih stabil yang berkisar dari Rp36.000 hingga Rp37.000 per kilogram dan itu diatas harga eceran tertinggi (HET). Namun demikian harga ayam di peternak yang bergejolak membuat keresahan terjadi. “Di Bali sendiri harga ayam di tingkat peternak mencapai Rp17.000 hingga Rp17.500 per kilogram. Sementara di Jawa Rp15.000 per kilogram sehingga peternak di Jawa melirik peluang pasar di Bali,” katanya.

    Sementara itu Ketua Pinsar Broiler Bali I Ketut Yahya Kurniadi, mengatakan, kondisi di peternak saat ini sangat kesulitan untuk membayar pakan dan bibit, yang dikarenakan harga jual tidak sesuai. Dia menjelaskan harga proses produksi (HPP) mencapai Rp20.500 per kilogram, sementara harga jual masih Rp17.000-Rp17.500 per kilogram. “Per hari kita panen 200 ribu ekor, kerugian peternak mencapai Rp12  miliar per hari,” katanya.

    Meski saat ini produksi masih tetap bisa dilakukan, namun Yahya mengaku kahwatir kedepan akan memberi dampak berkelanjutan. Untuk itu usulan yang diberikan peternak saat ini diharapkan bisa segara ditindaklanjuti.

    Edite by Wes Arimbawa

Hosting Indonesia
Artikel sebelumyaPopulasi Ayam Buras Badung Merosot Tajam
Artikel berikutnyaDigelar Seminar Berbasis IT Bertajuk “Bisnis Berbasis Online”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here