Beranda Another Region News Kunjungi Perum Peruri Karawang dan Museum BI Jakarta, BI Bali Gelar “Capacity...

Kunjungi Perum Peruri Karawang dan Museum BI Jakarta, BI Bali Gelar “Capacity Building” Tahunan Media 2023

bvn/sar

MESEUM BI – Rombongan capacity building BI Bali saling bertukar cenderamata dengan pihak Museum BI saat melakukan kunjungan, Selasa (25/7/2023). 

 

JAKARTA (BALIVIRALNEWS) –

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw) Provinsi Bali menggelar “Capacity Building” Tahunan Media 2023 pada Minggu (23/7/2023) hingga Selasa (25/7/2023). Kegiatan yang melibatkan sekitar 30 wartawan dari media cetak, elektronik dan media online tersebut menyasar Perum Peruri di Karawang Jawa Barat dan Museum BI (MuBI) di Jakarta.

Ketua rombongan Andy Setyo Biwado yang juga Deputi Direktur BI Provinsi Bali menyatakan, kegiatan ini digelar dalam rangka melaksanakan program komunikasi BI Wide (One Voice), termasuk memfasilitasi atau mengkoordinasikan pelaksanaan komunikasi Bank Indonesia di daerah. “Kami secara rutin melakukan pertemuan dengan insan media di Bali, baik dalam bentuk program peningkatan kapasitas (capacity building) maupun diseminasi hasil rapat Dewan Gubernur (RDG) triwulanan,” ujarnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, ujarnya, BI Bali akan menggelar capacity building tahunan media yang dirangkai dengan kunjungan ke DKI Jakarta yaitu Museum Bank Indonesia (MuBI) dan Pencetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). “Kegiatan ini digelar selama tiga hari hingga Selasa (25/7/2023),” ujar Andy.

Pada hari pertama Minggu (23/7/2023), rombongan berkumpul di BI Bali di kawasan Renon untuk selanjutnya menuju Bandara Ngurah Rai Bali. Setelah menjalani penerbangan sekitar 1 jam dan 30 menit, rombongan tiba di Jakarta.

Dari hotel tempat menginap di kawasan Gambir Jakarta Pusat, pada hari kedua Senin (24/7/2023), rombongan menuju Perum Peruri yang ada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Setelah perjalanan dengan bus sekitar 2 jam, rombongan tiba di kawasan perum yang memiliki luas lahan sekitar 140 hektar tersebut. Rombongan diterima salah seorang pejabat Perum Peruri Fadel.

Baca Juga  Polda Bali Musnahkan Ribuan Gram BB Narkoba

Tukar menukar cenderamata di Perum Peruri.

Di tempat ini, rombongan wartawan media Bali memperoleh gambaran operasional Perum Peruri yang khusus mencetak uang sesuai pesanan Bank Indonesia. Walau demikian, pencetakan uang dalam berbagai pecahan seperti Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000, Rp 50.000, dan Rp 100.000 dilaksanakan setiap hari. “Kami hanya mencetak uang sesuai pesanan BI,” ujar Fadel sembari menambahkan, Perum Peruri juga mencetak uang koin.

Selain itu, ujar Fadel, Perum Peruri juga mencetak produk non-uang sesuai dengan PP 6 tahun 2019. Di antaranya berupa berbagai dokumen negara seperti paspor, pita cukai dan berbagai dokumen lainnya. “Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki pencetakan uang sendiri,” tegasnya lagi.

Setelah mendapat penjelasan, rombongan pun melakukan kunjungan lapangan, melihat dari dekat proses pencetakan uang mulai menyiapkan bahan baku, desain, coating, pencetakan, penyortiran, hingga pengecekan akhir hingga uang-uang tersebut dikirim ke Bank Indonesia.

Untuk menekan uang palsu, Perum Peruri memasang setidaknya delapan pengaman rupiah. Di antaranya ada water mark, garis pengaman, dan tinta yang khusus. Dengan berbagai jenis pengamanan ini, uang rupiah sulit untuk dipalsukan.

Di setiap lembaran uang, ujar Fadel, juga ada empat gambar sebagai sebuah kebanggaan warga negara menggunakan uang rupiah sebagai alat pembayaran. Keempatnya adalah gambar pahlawan, produk budaya seperti tari, dan flora dan fauna. “Uang rupiah juga mendapatkan reward dengan desain terbaik dunia,” ungkapnya.

Selanjutnya pada hari ketiga, Selasa (25/7/2023), rombongan bergerak menuju MuBI di kawasan kota tua Jakarta Barat. Di tempat ini, rombongan mendapatkan pengetahuan mengenai koleksi numismatik maupun non-numismatik. Produk numismatik berupa berbagai uang sebagai alat pembayaran sejak awal hingga uang terbaru edisi 2022. Sementara non-numismatik berupa koleksi di luar uang seperti emas batangan, serta properti yang digunakan oleh VOC hingga Pemerintah Hindia Belanda.

Baca Juga  Menteri Fachrul Razi Sanggupi Permintaan Gubernur Koster, Revisi Buku Pelajaran Agama Hindu yang Memuat Ajaran Sampradaya

Selanjutnya dengan dipandu oleh Febi dan Krisno Winarno, rombongan lanjut melihat dari dekat semua koleksi yang ada di Museum BI tersebut. Setelah semua mengamati semua koleksi tersebut, acara ditutup dengan tukar menukar cenderamata baik dari pihak BI Bali dan pihak MuBI. (sar)

 

Hosting Indonesia