Beranda Bali News Minta Pertimbangkan Rencana Mogok, Menaker Kirim Surat Terbuka kepada Serikat Pekerja dan...

Minta Pertimbangkan Rencana Mogok, Menaker Kirim Surat Terbuka kepada Serikat Pekerja dan Serikat Buruh

Menaker Ida Fauziyah

 

JAKARTA (BALIVIRAL NEWS) –

Menaker Ida Fauziyah mengirim surat terbuka untuk serikat pekerja maupun serikat buruh di seluruh Indonesia. Sejumlah poin menyangkut RUU Cipta Kerja disampaikannya. Salah satunya kalangan pekerja diminta untuk mempertimbangkan kembali rencana mogok nasional karena situasinya belum memungkinkan terkait masih merebaknya covid-19. Apa saja? Ini isi surat selengkapnya.

“Sejak  awal  2020  kita  telah  mulai  berdialog tentang RUU Cipta Kerja, baik secara formal  melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal. Aspirasi kalian sudah kami dengar,  sudah kami pahami. Sedapat mungkin aspirasi  ini kami  sertakan menjadi bagian dari RUU  ini. Pada  saat yang sama kami juga   menerima aspirasi dari berbagai kalangan.

Saya berupaya mencari titik keseimbangan. Antara melindungi yang telah bekerja dan memberi kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih menganggur, yang  tak punya penghasilan    dan kebanggaan. Tidak mudah memang, tapi kami perjuangkan dengan sebaik-baiknya.

Saya paham  ada di antara teman-teman yang  kecewa atau belum puas. Saya menerima  dan mengerti. Ingatlah, hati saya bersama kalian dan bersama mereka yang masih menganggur.

Terkait rencana mogok nasional, saya meminta  agar dipikirkan   lagi  dengan  tenang  karena  situasi jelas  tidak memungkinkan  untuk turun ke jalan, untuk  berkumpul. Pandemi covid-19 masih. tinggi, masih belum  ada vaksinnya.

Pertimbangkan ulang rencana mogok itu.  Bacalah secara utuh RUU  Cipta Kerja  ini. Banyak  sekali aspirasi teman-teman  yang kami akomodir. Soal  PKWT, outsourcing, syarat PHK, itu semua masih mengacu pada UU  lama.  Soal upah juga masih  mengakomodir adanya UMK. Jika teman-teman  ingin 100% diakomodir,  itu tidak mungkin.  Namun bacalah hasilnya.  Akan terlihat  bahwa keberpihakan  kami terang benderang.

Baca Juga  OJK dan Kementerian Ekraf/Badan Ekraf Luncurkan "Infinity Hackathon" OJK-Ekraf 2025

Karena sudah banyak yang diakomodir, maka mogok menjadi tidak  relevan. Lupakanlah rencana itu. Jangan ambil risiko membahayakan nyawa kalian, istri, suami dan anak-anak  di rumah. Mereka wajib kita jaga  agar tetap sehat.

Saya mengajak kita  kembali duduk bareng. Dengan semangat  untuk  melindungi yang sedang bekerja dan memberi pekerjaan bagi yang masih nganggur. Saya dengan  antusias menunggu  kehadiran teman-teman  di meja dialog,  bukan  di jalanan.  Saya percaya kita selalu bisa menemukan  jalan tengan yang  saling menenangkan. Kita sedang berupaya menyalakan lilin dan bukan menyalahkan kegelapan.”

Editor N. Sarmawa