Beranda Badung News Pecah Jaringan, Dirtek Made Suarsa Jawab Keluhan Tarif Mahal di Desa Sulangai

Pecah Jaringan, Dirtek Made Suarsa Jawab Keluhan Tarif Mahal di Desa Sulangai

bvn/sar

TANGGAPI TARIF – Dirtek Perumdam Tirta Mangutama Made Suarsa (kanan) bersama Dirum Made Sugita (tengah) menjawab keluhan warga Sulangai terkait pecah jaringan dan tarif, Jumat (17/10/2025).

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung Made Suarsa segera menindaklanjuti keluhan pelanggan di Desa Sulangai. Di antaranya pemecahan jaringan sambungan rumah tangga (SR) yang saat ini satu meter digunakan empat atau lima KK, serta keluhan tarif air minum yang dinilai mahal.

Saat ditemui di sela-sela acara penghijauan di di Desa Sulangai Petang, Jumat (17/10), Made Suarsa menyatakan, untuk sambungan yang betul-betul baru, hingga kini memang belum dimungkinkan untuk ditambah. Hal ini karena debit air di wilayah ini hanya 4 liter per detik. “Debit air yang kecil ini belum memungkinkan bagi Perumdam Tirta Mangutama untuk menambah sambungan baru,” tegasnya.

Jika sambungan baru dilakukan, ujarnya, ada kekhawatiran aliran air ke pelanggan yang sudah ada akan mengalami kendala. “Kami tidak ingin mengecewakan pelanggan-pelanggan yang sudah ada saat ini,” tegas Made Suarsa.

Namun khusus untuk kasus satu meter dipakai oleh 4 atau lima KK, kata Suarsa, pihaknya segera tindak lanjuti untuk mendapatkan data di mana kasus ini terjadi. Dia meyakini, pemecahan jaringan ini bisa dilakukan. “Ini bukan penambahan SR baru tetapi pemecahan jaringan dan ini dipastikan bisa dilakukan,” tegasnya.

Pemecahan ini, kata Suarsa, tidak akan menambah volume air yang digunakan oleh pelanggan. Hanya, jaringan tidak lagi menjadi satu, tetapi langsung ke masing-masing rumah pelanggan. “Pemecahan jaringan ini tidak akan menambah volume air yang digunakan sehingga ini bisa ditindaklanjuti,” ujarnya lagi.

Pemecahan jaringan air ke masing-masing KK ini, kata Suarsa, otomatis menjawab keluhan tarif yang dinilai mahal. Ketika masih menjadi satu, katanya, dipastikan KK ini terkena tarif progresif karena menggunakan air yang banyak untuk empat atau lima KK. “Tarif normal diberikan untuk penggunaan di bawah 20 kubik, tetapi ketika penggunaan di atas itu dipastikan kena tarif progresif sehingga terkesan mahal,” katanya.

Baca Juga  DPRD Bali Gelar Rapat Paripurna Ke-24, Dengarkan Jawaban Gubernur Terhadap PU Fraksi Terkait Raperda Tambah Modal BPD

Dengan jaringan SR masing-masing, penggunaan tiap KK dipastikan tidak lebih dari 20 meter kubik. Dengan begitu, dipastikan tarif dasar sehingga tidak terlalau mahal. “Pemecahan jaringan ini otomatis menjawab keluhan soal tarif yang dinilai mahal,” ungkapnya.

Untuk tarif, ujarnya lagi, merupakan keputusan Bupati melalui perbup. “Kami hanya menjalankan, sehingga tidak memungkinkan untuk memberikan perlakuan khusus kepada pelanggan di tempat tertentu. “Ya soal tarif menjadi keputusan Bupati selaku kuasa pemilik anggaran (KPA) dan Perumdam hanya melaksanakan,” tegas Suarda.

Sebelumnya Kepala Desa Sulangai Nyoman Sunarta menyampaikan sejumlah keluhan warga terkait layanan Perumdam. Di antaranya terkait penggunaan satu meter air untuk empat atau lima KK. Kondisi ini sering membuat terjadinya keributan. “Para ibu sering ribut sesama ibu terkait penggunaan ini,” ujarnya.

Untuk ini, dia meminta penjelasan Perumdam kenapa perminataan sambungan baru tidak pernah dikabulkan. “Kami ingin tahu apa pertimbangan Perumdam sehingga belum mengabulkan permohonan sambungan baru warga kami,” ujarnya.

Jika memang sumber air, ujar Sunarta, Sulangai masih memiliki satu sumber air lagi yang bisa dimanfaatkan. “Kami memiliki satu sumber air lagi dan ini bsia dimanfaatkannjika memang persoalannya pada sumber air,” tegasnya.

Masalah kedua terkait dengan tarif mahal yang harus dibayar warganya. Warga kami menggunakan air untuk memasak dan kebutuhan lainnya dengan satu pasangan dan anak. “Warga kami bisa membayar air hingga di atas Rp 200.000 per bulan. Tentu ini sangat mahal bagi keluarga di desa,” katanya.

Untuk ini, dia minta keringanan kepada Perumdam karena merupakan warga di sumber air. “Kami minta keringanan bagi warga kami karena berada di daerah sumber air,” ujar Sunarta sembari berharap di saat momen ulang tahun seperti sekarang, Perumdam tidak hanya menggelar penghijauan tetapi juga membawa oleh-oleh seperti sembako untuk warga.

Baca Juga  Update Covid-19 di Badung, Kasus Baru Bertambah 18 Orang

Untuk ini, Derektur Umum Made Sugita menyanggupi dan akan dilakukan melalui corporate social responsibility (CSR) yang memang bertujuan memberikan bantuan, salah satunya bisa dalam bentuk sembako. “Untuk harapan sembako bisa kami tindak lanjuti lewat CSR,” ujar Sugita. (sar)