bvn/sar
JAWAB MEDIA – Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti menjawab media usai memimpin rapat paripurna istimewa serangkaian HUT ke-16 Mangupura, Minggu (16/11/2025).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
DPRD Kabupaten Badung, Minggu (16/11/2025), menggelar rapat paripurna istimewa untuk memperingati HUT Ke-26 ibu kota Kabupaten Badung “Mangupura”. Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti mengagendakan acara tunggal yakni pidato Bupati Badung Wayan Adi Arnawa.
Hadir pada acara itu, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa, Wabup Bagus Alit Sucipta, Sekda IB Surya Suamba, kepala OPD, perwakilan Forkopimda, camat se-Badung, kepala desa/lurah se-Kabupaten Badung serta bendesa adat se-Badung. Hadir juga Wakil Ketua DPRD Badung Made Wijaya dan Made Sunarta, plt. Sekwan I Gde Surya Kurniawan bersama mayoritas anggota DPRD Badung.
Ditemui usai memimpin rapat paripurna, Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti menyatakan, pihak Dewan memberikan ruang kepada Bupati untuk menyampaikan capaian-capaian program dalam rapat apripurna istimewa. “Kita memberi kesempatan kepada Bupati untuk menyampaikan program-program yang sudah dicapai kepada masyarakat,” ungkap politisi PDI Perjuangan asal Kuta tersebut.
Walau baru menjabat delapan bulan, pihaknya yakin selama pasti sudah banyak hal yang dibangun demi kemajuan masyarakat Badung. Yang terpenting, katanya, desain Badung ini seperti apa. “Tadi sudah banyak dijelaskan dan sudah sangat lengkap, tentu sebagai anggota DPRD akan mendukung langkah-langkah Bupati, lebih-lebih langkah-langkah dalam mengatasi kemacetan,” katanya.
Ditanya soal pengunduran waktu pengambilan keputusan terkait Raperda APBD Badung 2026 yang seharusnya tanggal 12 November, Anom Gumanti menyatakan, masih banyak yang perlu disesuaikan. Belajar dari APBD tahun ini tahun 2025 terutama soal pendapatan, ternyata tidak tercapai sehingga banyak terjadi rasionalisasi program yang ada di semua OPD.
“Untuk tahun 2026, kita tidak ingin seperti sekarang. Kita ingin supaya realistis. Karena itu, ada perubahan dari Rp 10,5 triliun turun menjadi Rp 9,5 triliun. Dari APBD Rp 13 T diturunkan menjadi Rp 10,3 T. Ini langkah yang baik. Saya kira prestasi tak harus dinilai dari kenaikan-kenaiakan. Ketika kenaikan mencapai level tertinggi, suatu saat tinggal menunggu turunnya. Ini langkah yang kita apresiasi, sangat hati-hati sekali, maka dari itu mudah-mudahan di 2026 mendatang, target bisa tercapai,” tegasnya.
Soal menunda pengedahan, katanya, karena peraturan masih memungkinkan sebelum akhir November ini. Pihaknya ingin supaya eksekutif dan legislatif melakukan efisiensi. Dewan pun melakukan efisiensi sampai Rp 25 miliar. “Ini bukti bahwa Dewan mendukung hal tersebut demi tercapainya anggaran Badung yang realistis. Supaya jangan di kemudian hari, setelah proses berjalan ternyata tidak bisa dibayarkan. Itu yang kita takutkan,” katanya
Menurutnya, penyesuaian angka ini tidak mudah karena melibatkan semua komponen pemerintahan ini. Menghitung itu juga tidak mudah. Mudah-mudahan hal-hal prioritas harus kita utamakan, terlebih lagi yang disebut dengan biaya mandatori.
Soal ketidakhadiran 15 anggota Dewan dalam rapat paripurna istimewa DPRD Badung, Anom Gumanti menyatakan sudah diatur dalam tata tertib Dewan. Masalah hadir dan tidak hadir silakan bagi anggota. Ini tentu ada alasannya, ada informasi dua anggota sakit dan yang lain mungkin terkonfirmasi di masing-masing fraksinya.
“Saya kira tak perlu dimasalahkan karena anggota Dewan juga membina konstituen. Sekarang kan sedang menjelang perayaan Galungan dan Kuningan, mungkin mereka melakukan persiapan pada konstituennya atau mereka mendapatkan undangan dari konstituennya,” tegasnya. (sar)








































