Beranda Another Region News Perkuat Modal JBM, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Beri Peluang Pemkab/Pemkot Naikkan...

Perkuat Modal JBM, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Beri Peluang Pemkab/Pemkot Naikkan Porsi Saham

bvn/r

PANDANGAN UMUM – Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahaydnya menyerahkan dokumen pandangan umum fraksi-fraksi kepada Pj. Gubernur SM Mahendra Jaya pada rapat paripurna, Senin (28/10/2024).

 

Menurut Wirawan, bila ditinjau dari jumlah ekuitas atau peredaran uang tahun 2023 sebesar Rp 196,2 miliar lebih, dengan keuntungan sebesar Rp 4,8 miliar lebih, atau 2,44%. Fraksi Demokrat-Nasdem melihat bahwa keuntungan yang diberikan oleh PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda), baik ditinjau dari modal yang  disetor maupun jumlah ekuitas, masih sangat kecil.

Baca Juga  Seminar Perpustakaan Semarakkan Hari Kunjung Perpustakaan

Di bagian lain, Fraksi Golkar dalam PU-nya yang dibacakan Agung Bagus Pratiksa Linggih, BA (Hons) menyebutkan, perubahan bentuk hukum PT Jamkrida Bali Mandara menjadi PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) memungkinkan mencari sumber-sumber dana ke sektor swasta, sehingga tidak banyak membebani APBD. “Berkaitan hal tersebut, kami mengharapkan Pemprov Bali tetap sebagai pemegang saham mayoritas. Terkait hal tersebut, bagaimana strategi Pemprov Bali dalam rangka menjaga agar tetap menjadi pemegang mayoritas saham?” tanya Pratiksa Linggih.

Dikatakan, perubahan bentuk hukum PT Jamkrida Bali Mandara menjadi PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) akan berimplikasi pada kesiapan sumber daya manusia (SDM). Apabila pengelolaan SDM tidak memadai, maka akan berdampak pada kerugian sehingga memungkinkan adanya resiko dimintakan pailit.

Fraksi Gerindra-PSI seperti dibacakan Gede Harja Astawa, SH, MH, menyatakan, berdasarkan laporan laba rugi PT Jamkrida Bali Mandara per 31 Desember 2023, tercatat modal yang telah disetor Rp 165,7 miliar lebih secara keseluruhan. Sedangkan laba bersih komprehensif Rp 4,8 miliar lebih, sehingga terdapat hanya 2,89 % kontribusi keuntungan dari modal yang disetor.

“Melihat kecilnya kontribusi keuntungan yang diperoleh, Fraksi Gerindra-PSI berpendapat bahwa untuk sementara waktu menunda dulu penambahan penyertaan modal untuk PT Jamkrida Bali Mandara sampai kondisi APBD Provinsi Bali lebih stabil, kemudian mengalihkan penyertaan modal untuk unit-unit usaha yang lebih produktif,” ujar Harja Astawa.

(sar)