bvn/sar
JUMPA MEDIA – Manajer UP3 Bali Selatan I Putu Kariana, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN Bali I Wayan Eka Susana, serta Manajer UP2D Bali Munawir Hakim menghadiri jumpa media di bilangan Renon, Rabu (6/11/2024).
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Rabu (6/11/2024) menggelar temu media di sebuah rumah makan di bilangan Renon Denpasar. Selain untuk melakukan sosialisasi terhadap sejumlah program PLN seperti energi bersih, acara ini juga digelar lebih khusus untuk menyukseskan hajatan pilkada tanpa harus menyebabkan gangguan kelistrikan, terutama terkait pemasangan alat peraga kampanye (APK) seperti baliho, spanduk, dan sebagainya.
Hadir pada jumpa media ini, Manajer UP3 Bali Selatan I Putu Kariana, Manajer Komunikasi dan TJSL PLN Bali I Wayan Eka Susana, serta Manajer UP2D Bali Munawir Hakim. Acara ini juga diikuti puluhan wartawan dari berbagai media baik cetak, elektronik maupun media online.
Manajer UP3 Bali Selatan Putu Kariana mengungkapkan, di era perhelatan pilkada ini, pihaknya memerlukan support dari kalangan media bahwa pilkada ini jangan sampai menimbulkan riak-riak. Dia berharap pelaksanaan kampanye berjalan aman. “Pemasangan baliho terutama sangat rentan bagi PLN terkait keamanan kelistrikan,” tegasnya.
Untuk itu, dia minta support media untuk memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat untuk tetap aman selama kegiatan kampanye, kemudian berkoordinasi juga dengan PLN perihal pemasangan baliho. “Saat ini kita sadari bahwa Bali setelah covid, kondisi pariwisata Bali sudah bisa rebound, sudah baik. Tak hanya kebututan listrik, PLN siap dari sisi pelayanan internet, kemudian energi terbarukan, EV charging, dan sebagainya,” katanya.
Apakah selama ini ada pemasangan baliho paslon yang menganggu jaringan listrik? Putu Karyana menegaskan, bersyukur cukup tertib. Pemasangan balihi belum ada yang menggangu kelistrikan.
Pihaknya berusaha mengantisipasi lebih awal. “Dulu pernah kejadian karena kurang paham baliho jarak aman, akhirnya terjadi insiden. Dari sisi pemahaman, masyarakat Bali sudah sangat baik. Walau begitu, kami tetap melakukan edukasi secara intens saja,” tegasnya.
Sementara Manajer UP2D Bali Munawir Hakim menyebutkan tugasnya mengatur distribusi se-Bali sampai Nusa Penida. Jadi yang mengatur kelistrikan Bali dan Nusa Penida ada di UP2D. Soal menyukseskan hajatan pilkada, kata Munawir, PLN sudah siap dalam hal peralatan-peralatan jaringan terkait distribusi listrik, bentuknya asesment peralatan. “Mulai dari gardu induk, gardu distribusi, termasuk remot-remot kami pelihara sebelum pilkada,” tegasnya.
Dia mengaku, pekerjaan-pekerjaan di transmisi maupun pembangkit sudah dijadwalkan. Seminimal mungkin waktunya tak boleh mengganggu jadwal pilkada. “Jadi kami majukan atau kami mundurkan. Pas hari H tak ada pekerjaan, baik ditransmisi, distribusi sampai di pembangkit supaya suplai listrik selama pilkada aman,” ujarnya.
Selama event di Bali terjadinya kedip, ujarnya, penyebabnya dari layang-layang. Terakhir kejadian kedip di Bali padam sesaat karena layangan di sekitar suplai Nusa Dua. “Mungkin itu yang perlu disosialisasikan untuk warga Bali. Permainan layangan agar menjauhi jaringan listrik,” tegasnya. (sar)








































