ist
Gusti Ngurah Saskara
MANGUPURA (BALIVIRAL NEWS) –
Virus corona yang saat ini tengah mengganas menyebabkan sektor pariwisata berada di titik terendah. Akibatnya, Badung yang selama ini mengandalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak hotel dan restoran ikut merasakan dampaknya. PAD Badung pun dipastikan melorot tajam.
Ditanya mengenai alternatif yang bisa dilakukan Badung untuk memperoleh pendapatan sehingga program-program pembangunan tetap bisa berjalan, anggota Komisi III DPRD Badung Gusti Ngurah Saskara menegaskan, covid 19 merupakan fenomena global yang dialami hampir semua negara di dunia. Akibatnya, hampir semua negara melarang warganya untuk berwisata ke negara lain termasuk Bali dan Badung. “Akibatnya, pendapatan daerah yang bersumber dari PHR dipastikan turun drastis,” ujarnya.
Untuk itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Badung tersebut Badung memang harus mencari alternatif pendapatan. Apa saja yang masih berpeluang memberikan kontribusi ke daerah?
Anggota DPRD Badung dari Dapil Abiansemal tersebut melihat celahnya ada di perumda yang selama ini dikelola Pemkab Badung, baik Perumda Air Minum Tirta Mangutama maupun Perumda Pasar Mangu Giri Sedana.
Saskara juga sepakat bahwa Badung perlu memperjuangkan dana-dana pusat sehingga dana perimbangan untuk Badung baik dari DAU, DAK maupun pos-pos lain bisa lebih besar. “Kuncinya bagaimana meyakinkan pusat bahwa Badung memerlukan stimulus untuk bisa melanjutkan pembangunan di tengah serangan covid-19,” katanya.
Satu lagi, Saskara menyatakan, Badung perlu melakukan efisiensi anggaran. Program-program yang memang belum mendesak bisa ditunda dulu. “Utamakan program-program mendesak seperti penanggulangan covid selanjutnya pemulihannya,” katanya.
#humasbadung
Editor Devi Karuna








































