Beranda Another Region News Tutupi Defisit Bisa Lewat SBN, Cetak Uang Bisa Saat Krisis

Tutupi Defisit Bisa Lewat SBN, Cetak Uang Bisa Saat Krisis

Hosting Indonesia

sar

Rizki Ernadi Wimanda

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Pencetakan uang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada rambu-rambu yang harus diikuti serta seizin pemerintah. Yang pasti, pencetakan uang salah satunya bisa dilakukan pada saat krisis.

Hal itu diungkapkan Deputi Kepala Perwakilan BI Bali Rizki Ernadi Wimanda pada acara Capacity Building Media yang digelar BI Bali, Kamis (20/5) saat ditanya Baliviralnews pada situasi seperti apa BI bisa mencetak uang.

Jika tanpa alasan jelas, katanya, pencetakan uang apalagi besar-besaran akan berdampak pada inflasi. “Nilai uang rupiah akan sangat merosot dibandingkan dengan mata uang lainnya,” tegasnya.

Jika pemerintah memerlukan tambahan anggaran karena defisit, tegasnya, pemerintah bisa mengeluarkan dan menjual surat berharga nasional (SBN) yang dibeli oleh masyarakat. “Jika masyarakat tak mampu beli, BI siap membelinya,” tegasnya pada acara yang diikuti puluhan wartawan dari media cetak, elektronik dan online tersebut.

Selain itu, ujar Rizki, upencetakan uang besar-besaran tak bisa mensejahterakan warga miskisn atau yang ada di bawah garis kemiskinan. Warga miskin harus diberdayakan lewat create job atau peluang kerja sehingga kesejahteraannya meningkat.

Seperti diketahui, salah satu tugas BI yakni bisa mengambil kebijakan dalam sistem pembayaran termasuk pengawasan terhadap rupiah. Dalam fungsi ini, BI bisa mencetak uang.

Sementara itu dia juga memastikan batas kredit yang ideal 84-94 persen dari aset uang yang dimiliki bank. Apakah syarat ini tidak akan memunculkan kredit fiktif di kalangan perbankan untuk memenuhinya? Rizki memastikan itu takkan terjadi.

Menurutnya, saat ini masih banyak pelaku usaha yang belum bankable. Ini merupakan peluang yang harus digarap kalangan perbankan dalam manyalurkan kreditnya. “Yang penting syarat yang diberikan jangan terlalu ketatlah, persentase ini pasti bisa tercapai,” ujarnya.

Baca Juga  Update Covid-19 di Denpasar, Hari Ini Kasus Sembuh Bertambah 23 Orang, Kasus Positif Bertambah 17 Orang

Editor N. Sarmawa

 

Hosting Indonesia
Artikel sebelumyaNy. Putri Koster Ajak Generasi Muda Asah Budi Pekerti Melalui Goresan Puisi
Artikel berikutnyaHarapkan Sinergitas Dalam Upaya Bangkitkan Ekonomi Bali, Wabup Suiasa Ikuti Halal Bihalal Idul Fitri 1442 H Secara Virtual