Beranda Badung News Urusan Mandatori, Putu Parwata Dorong Percepatan Pembenahan Tiga RS di Badung

Urusan Mandatori, Putu Parwata Dorong Percepatan Pembenahan Tiga RS di Badung

bvn/sar

Dr. Drs. Putu Parwata MK, MM.

 

MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –

Anggota Komisi IV DPRD Badung yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) Dr. Drs. I Putu Parwata MK, MM menyatakan, masalah kesehatan menjadi hal yang serius. Hal ini karena kesehatan menjadi urusan wajib atau mandatori yang harus dilaksanakan pemerintah daerah termasuk di Pemkab Badung.

Karena mandatori, ada kewajiban pemerintah untuk memfasilitasi dan membangun sektor kesehatan. “Kita pahami bahwa Badung memiliki tiga rumah sakit yang terdiri atas Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, RS Giri Asih, dan satunya RS Suwiti,” ujar mantan Ketua DPRD Badung tersebut saat ditemui di Padi Restoran Canggu, Selasa (12/5/2026).

Terhadap tiga rumah sakit ini, tegas politisi PDI Perjuangan dari Desa Dalung Kuta Utara tersebut, pemerintah wajib menjadikannya sebagai prioritas. “Ini tidak bisa tidak prioritas. Kami minta kepada Bupati selaku pemerintah untuk segera mengeksekusi karena ini perintah atau amanat daripada undang-undang,” tegasnya.

Dia minta Bupati untuk segera memperbaiki RSD Kapal terkait infrastruktur, sumber daya manusia, maupun manajemennya. “Segera perbaiki. Jadi kami tahu persis bagaimana harus memperbaiki manajemen di RS, bagaimana harus membangun infrastruktur, dan bagaimana harus menysiapkan alat dan sumber dayanya. Jadi harus kencang,” tegasnya.

Dia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Badung dalam hal ini Bupati harus kencang terhadap rumah sakit karena ini mandatori. Kebutuhan masyarakat yang tidak bisa dihindari. Berikutnya, Putu Parwata memberikan apresiasi terhadap pemerintah sudah membuka RS Giri Asih di Abiansemal. Di sana juga harus dilakukan percepatan SDM dan fasilitas supaya bisa melayani masyarakat.

Yang satunya, ungkapnya, Pemkab Badung perlu fokus kepada RS Suwiti yang ada di Petang. Ini segera diselesaikan. Karena itu, sekarang pihaknya mendorong pemerintah  untuk segera berbenah selain daripada urusan sampah. “Tetapi karena menjadi mandatori, segera lakukan pembenahan. Kenapa? Supaya jangan kita kalah dengan swasta,” ujarnya.

Baca Juga  Ubah Mindset Masyarakat, PSBS di Buleleng Dorong Gerakan Bersama Kelola Sampah dari Rumah

Kalau tidak segera berbenah, tegasnya, peluang di sektor kesehatan akan diambil oleh swasta karena masyarakat kita ini memang membutuhkan pelayanan. “Jangan kalah cepat sehingga pemerintah kami dorong untuk melakukan inovasi yang kuat terutama dalam pelayanan kesehatan,” tegasnya. (sar)