bvn/gung
PASCAKEBAKARAN – Kondisi warung pascakebakaran di Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar, Kamis (30/7/2026). Api menyambar tangki pertamini yang ada di warung tersebut.
DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –
Gara-gara membakar sampah di samping tangki pertamini, api jilat tangki BBM. Akibatnya, satu warung hangus terbakar, Kamis, 30 Juli 2026, sekitar Pukul 03.00 wita di Jalan Tukad Yeh Aya IX, Kelurahan Renon, Kecamatan Denpasar Selatan. Pemilik warung dalam musibah kebakaran yakni Farida dan Sultan Aldika (anak pemilik warung) asal Sumenep.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menyampaikan kronologis kejadian. Sekitar pukul 03.00 wita, korban (anak pemilik warung) Sultan Andika membakar sampah di samping warung yang berjarak sekitar satu meter dari tangki pertamini.
Saat api menyala tiba-tiba, api menyambar bahan bakar yang ada di tangki pertamini, lalu terjadi kebakaran yang membakar tangki dan kardus yang ada di atas tangki. Api dengan cepat membesar, kemudian api menyambar dan membakar sepeda motor yang parkir di samping tangki pertamini.
Melihat kejadian tersebut, korban langsung berteriak minta tolong sehingga warga sekitar langsung keluar dan membantu memadamkan api. Tidak lama api berhasil dipadamkan sehingga tidak sampai merembet ke dalam warung.
“Selanjutnya satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa api sudah padam,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/7/2026) di Denpasar.
Dirinya mengatakan, akibat musibah tersebut, dua orang mengalami luka bakar. Sultan Aldika (anak pemilik toko) mengalami luka bakar pada bagian tangan kanan dan kiri, paha kanan, betis kiri dan punggung. Korban lainnya, M. Aril Ardi Firdaus (keponakan pemilik warung) mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri. Selain itu, satu unit sepeda motor Suzuki Thunder ikut terbakar serta tangki pertamini.
“Terjadinya kebakaran tersebut akibat dari kelalaian korban yang membakar sampah di samping tangki pertamini, sehingga api langsung menyambar tangki yang berisi BBM dan korban yang mengalami luka bakar saat ini sudah mendapatkan perawatan medis di RSUP Prof. Ngoerah Sanglah,” bebernya sembari menambahkan, kerugian ditaksir sekitar Rp 15 juta. (bvn4)







































