bvn/sar
NOTA KESEPAKATAN – Ketua DPRD Gusti Anom Gumanti menandatangani nota kesepakatan rancangan KUA PPAS 2027 dalam rapat paripurna DPRD Badung, Kamis (6/8/2026).
MANGUPURA (BALIVIRALNEWS) –
DPRD Badung menyetujui Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2027 dalam rapat paripurna DPRD yang digelar, Kamis (6/8/2026). Persetujuan ini ditungkan dengan penandatanganan nota kesepakatan oleh Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti bersama Wakil Ketua I AA Ngurah Ketut Agus Nadhi Putra, Wakil Ketua II I Made Sunarta serta Bupati Badung Wayan Adi Arnawa.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung didampingi dua wakilnya yakni AA Ngurah Ketut Agus Nadhi Putra dan Made Sunarta. Acara ini juga dihadiri mayoritas anggota DPRD Badung, Bupati Wayan Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta, perwakilan Forkopimda Badung, Sekda Ida Bagus Surya Suamba, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan instansi vertikal, direksi perumda, serta undangan lainnya.
Diawali dengan pembacaan sikap Dewan oleh Sekwan Dr. I Gde Surya Kurniawan, S.STP, M.Si, acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepakatan. Penandatanganan diawali oleh Wakil Ketua II Made Sunarta, lanjut Wakil Ketua I AA Ngurah Ketut Agus Nadhi Putra, berikutnya Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti, dan terakhir Bupati Badung Wayan Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta dan Sekda Ida Bagus Surya Suamba.
Ditanya usai rapat paripurna, Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti menjelaskan, angka APBD tahun 2027 sudah mencapai angka Rp 14 triliun lebih. Walau begitu, pihaknya tetap menyarankan kepada Bupati beserta jajaran, bukan semata-mata angkanya tinggi tetapi yang paling penting tetap melaksanakan prinsip kehati-hatian, penerjemahan APBD itu betul-betul menimbulkan asas manfaat bagi masyarakat Badung.
Selanjutnya, dia berharap, setiap tahun pendapatan asli daerah semakin meningkat. Mudah-mudahan di tahun berikutnya juga mengalami hal seperti itu. “Semua pendapatan itu lahir dari pariwisata. Pariwisata itu rentan dengan isu dan risiko, kami berharap kepada seluruh masyarakat Badung dan pengusaha, mari kita jaga ini. Semoda ke depan Badung tetap kondusif, pariwisata bisa berjalan sesuai dengan harapan bersama,” katanya.
Apakah rancangan ini sudah realistis? Menjawab ini Ketua DPRD Badung Anom Gumanti menyatakan, berdasarkan faktor-faktor dari pendapatan yang ada, ini sangat realistis. “Ada lonjakan atau peningkatan-peningkatan pendapatan di Bapenda, pada triwulan II ini rupanya naiknya terlalu drastis. Saya kira masih logis. Walau begitu, ini bukan baku karena ini merupakan proyeksi,” katanya.
Pihaknya juga tidak tahu tahun depan seperti apa kondisinya. “Ketika kita kerja pun di mana kita kerja ada target. Inilah target yang dipasang, nanti kita harus optimis, mudah-mudahan ini bisa tercapai. Kalau tidak ya misalnya, kita harus melakukan hal-hal seperti efisiensi supaya nanti kegiatan dan program yang jadi prioritas atau pokok, seperti pendidikan dan kesehatan, tidak terganggu,” ujar politisi PDI Perjuangan dari Kuta tersebut. (sar)









































