Beranda Bali News Soal SPI Unud, Mangku Pastika Minta IKAYANA Berani Tampil Carikan Solusi

Soal SPI Unud, Mangku Pastika Minta IKAYANA Berani Tampil Carikan Solusi

bvn/r

MUSYAWARAH PLENO – Made Mangku Pastika mengikuti Musyawarah Pleno 2023 Ikatan Alumni Universitas Udayana (IKAYANA) di ruang Nusantara Agrokompleks Kampus Unud Sudirman Denpasar, Jumat (17/3/2023).

 

DENPASAR (BALIVIRALNEWS) –

Mantan Gubernur Bali yang juga Penasihat Ikatan Alumni Universitas Udayana (IKAYANA) Dr. I Made Mangku Pastika, M.M. mengatakan bangga menjadi alumni Universitas Udayana (Unud). Mangku Pastika yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI berharap IKAYANA berani tampil untuk mencarikan solusi bagi Unud yang kini terbelit kasus dugaan korupsi dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI).

“Kita semua prihatin dengan kondisi saat ini, menjadi buah bibir bukan hanya di Indonesia tapi sampai di mana-mana. Alumni kalau ketemu dengan alumni lain mudah-mudahan tidak minder. Ini harus ada sesuatu yang dilakukan untuk situasi saat ini. Jangan pura-pura tidak tahu, jangan ingin menyelamatkan diri sendiri saja,” tegas Mangku Pastika saat menghadiri Musyawarah Pleno 2023 Ikatan Alumni Universitas Udayana (IKAYANA) yang mengusung tema “Sinergi dan Solidaritas untuk IKAYANA Berintegritas” di ruang Nusantara Agrokompleks Kampus Unud Sudirman Denpasar, Jumat (17/3/2023).

Mantan Kapolda Bali ini minta agar mempelajari dengan seksama apa yang terjadi, apa yang harus dikatakan kepada yang lain untuk memberi semangat dan menegakkan kepalanya sebagai alumni Universitas Udayana. Pada situasi seperti inilah harusnya IKAYANA bangkit.

“Jangan biarkan sahabat, senior-senior kita, teman-teman kita menanggung sendiri. Harus ada sesuatu yang dilakukan IKAYANA untuk situasi saat ini, apa yang harus dilakukan dan jangan pura-pura tidak tahu, jangan ingin menyelamatkan diri sendiri,” harap Mangku Pastika.

Terkait kondisi dugaan korupsi SPI, Ketua Umum IKAYANA 2019-2023, Prof. Ir. I Made Suparta Utama, M.S., Ph.D menyatakan sebagai alumni Unud ia melihat, kalau almamater sampai turun akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat.  “Apalagi persaingan bisnis pendidikan semakin ketat. Kami, alumni tentu tidak tinggal diam dan akan mengupayakan membantu memecahkan masalah yang terjadi,” katanya.

Baca Juga  Adi Arnawa: ASN Badung Harus Siapkan Knowledge, Pola Pikir, Perilaku, dan Inovasi

Seperti diberitakan, sebelumnya beberapa waktu lalu Universitas Udayana (Unud) diobok-obok dan digeledah pihak Kejati Bali sebelum akhirnya ada Senin (13/03/2023) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali menetapkan Rektor Unud Prof. Nyoman Gde Antara sebagai tersangka dugaan korupsi dana SPI dalam seleksi mandiri mahasiswa baru Unud tahun 2018 sampai 2022, bersama 3 pejabat Unud lainya yang telah lebih dulu ditetapkan tersangka.

Kejati Bali menjerat Prof Gde Antara dengan Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3, Pasal 12 huruf e juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 55 Ayat 1 ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Dari hasil penghitungan penyidik mengindikasikan korupsi dana SPI mahasiswa baru seleksi jalur mandiri Unud kurun 2018 sampai 2022 menyebabkan kerugian keuangan negara Rp 109,33 miliar dan merugikan perekonomian negara Rp 334,57 miliar. (sar/r)

Hosting Indonesia